Search

Antisipasi Penyerangan oleh Orang Gila, Polisi di Malang Sebar ...

Di Ponpes Pimpinan Gus Wachid Ghozali yang dikenal oleh masyarakat Malang dengan Bahasa Malangannya itu, Sunardi juga telah menegaskan kepada para santrinya untuk tetap waspada.

"Namun saya minta juga jangan berlebihan karena dapat menimbulkan kesalahpahaman, sehingga orang baik-baik menjadi korban karena ketakutan," ujar Sunardi.

Polri, kata dia, juga sudah mengambil langkah serius untuk menangani masalah tersebut baik secara preventif maupun represif.

"Kami sudah mengantisipasi dengan menggerakkan anggota agar melaksanakan gerakan salat subuh berjamaah, semua unit patroli Polsek maupun Polres wajib berhenti dan menuju ke Masjid jika mendengar suara azan untuk melaksanakan salat berjamaah sambil memberikan jaminan rasa aman kepada para kiai, ustaz, dan sebagainya," tambahnya.

Polisi juga akan menyambangi tempat-tempat keagamaan seperti tempat ibadah, ponpes, tempat tinggal para tokoh agama, dan lainnya.

Sekaligus tambah dia, anggota Polres Malang juga diwajibkan meninggalkan nomor telepon yang mudah dihubungi kepada tokoh yang dikunjungi, dengan maksud agar sewaktu-waktu segera menghubungi petugas tersebut jika memerlukan bantuan.

"Yang penting lagi hindari betul agar tidak melakukan kekerasan atau main hakim sendiri terhadap orang lain," pintanya.

Simak video pilihan berikut ini:

Agus Samad meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Let's block ads! (Why?)

Di Ponpes Pimpinan Gus Wachid Ghozali yang dikenal oleh masyarakat Malang dengan Bahasa Malangannya itu, Sunardi juga telah menegaskan kepada para santrinya untuk tetap waspada.

"Namun saya minta juga jangan berlebihan karena dapat menimbulkan kesalahpahaman, sehingga orang baik-baik menjadi korban karena ketakutan," ujar Sunardi.

Polri, kata dia, juga sudah mengambil langkah serius untuk menangani masalah tersebut baik secara preventif maupun represif.

"Kami sudah mengantisipasi dengan menggerakkan anggota agar melaksanakan gerakan salat subuh berjamaah, semua unit patroli Polsek maupun Polres wajib berhenti dan menuju ke Masjid jika mendengar suara azan untuk melaksanakan salat berjamaah sambil memberikan jaminan rasa aman kepada para kiai, ustaz, dan sebagainya," tambahnya.

Polisi juga akan menyambangi tempat-tempat keagamaan seperti tempat ibadah, ponpes, tempat tinggal para tokoh agama, dan lainnya.

Sekaligus tambah dia, anggota Polres Malang juga diwajibkan meninggalkan nomor telepon yang mudah dihubungi kepada tokoh yang dikunjungi, dengan maksud agar sewaktu-waktu segera menghubungi petugas tersebut jika memerlukan bantuan.

"Yang penting lagi hindari betul agar tidak melakukan kekerasan atau main hakim sendiri terhadap orang lain," pintanya.

Simak video pilihan berikut ini:

Agus Samad meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Antisipasi Penyerangan oleh Orang Gila, Polisi di Malang Sebar ..."

Post a Comment

Powered by Blogger.