Search

Ini Lokasi Kampanye Paslon di Pilwali Malang

Malang - Tiga paslon maju di Pilwali Malang 2018, terus menyerap aspirasi warga di hari ke-13 masa kampanye. Ada yang bertandang ke pasar, ada juga menyikapi persoalan tengah dihadapi Kota Malang, yakni kemacetan.

Paslon nomor urut 2, Moch Anton-Syamsul Mahmud, jadwal pertama kampanye berkunjung ke Pasar Klojen, Rabu (28/2/2018). Keduanya terlihat sibuk berinteraksi dan menyapa pedagang pasar, sejumlah timses dan partai pengusung ikut mendampingi dengan terus meneriakkan yel-yel dan nomor urut paslon diusung PKB, PKS, Perindo, dan Gerindra itu.

Selama bertemu pedagang dan warga, Abah Anton-begitu akrab disapa banyak melayani foto bareng. Dia tak lupa memberikan kaos yang tentunya bergambar dirinya dengan Syamsul. "Mana kaos-kaos, ini bagi semua," ucap Anton.

Kepada detikcom di sela kampanye, Anton mengaku banyak warga menanyakan adanya perbaikan infrastruktur pasar. Dirinya pun menjelaskan, adanya keterediaan dukungan pemerintah pusat, salah satunya rencana revitalisasi Pasar Klojen.

"Tadi banyak disampaikan, bila perbaikan pasar sangat dibutuhkan. Kami menjelaskan tentang adanya rencana revitalisasi. Semoga amanah diberikan kembali kepada kami, hingga akan mewujudkan itu," ujar Anton.

Selain infrastruktur, yang mengarah kepada pasar bersih, nyaman dan aman. Warga juga menyampaikan naik turunnya harga. Menurut dia, operasi pasar, perlu dilakukan secara periodik sehingga kebutuhan bisa dipenuhi warga tanpa membeli dengan harga mahal.

"Kenaikan harga juga disampaikan. Perlu operasi pasar, agar tetap terjangkau. Yang jelas kami mengutamakan konsep buttom up dengan mendengar segala kebutuhan warga untuk menjadi arah dari kebijakan pemerintah, dalam hal ini Pemkot Malang, jika terpilih nanti," beber Anton.

Selain Pasar Klojen, Anton-Syamsul turut mendatangi Pasar Burung Splendit, Kampung Biru (Arema) dan beberapa titik kampanye di Kecamatan Klojen.

Sementara paslon urut 1, Ananda Yaqud Gudban-Wanedi menyoroti kemacetan di Kota Malang, yang menduduki rangking ketiga, setelah Jakarta dan Bandung oleh Lembaga riste Inrix.

Berdasar riset itu, pengendara di Kota Malang perlu menghabiskan waktu selama 45 jam dalam setahun di tengah macet. Cawali Ananda Yaqud Gudban menegaskan jika salah satu fokus utama program yang diemban adalah menyelesaikan permasalahan macet yang kian banyak dikeluhkan warga.

"Kemacetan jangan saja dianggap sebagai indikator kemajuan suatu daerah saja tetapi harus dipecahkan bersama," kata Mbak Nanda, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, sudah menyiapkan program yang detil dan rinci tentang bagaimana menyiasati agar Kota Malang tidak lagi dilanda kemacetan dan berdampak negatif bagi masyarakat.

"Ada banyak masukan dan saran soal bagaimana mengatasi kemacetan ini. Tim kami sudah persiapkan program itu untuk menyelesaikan macet di Kota Malang," tegasnya.

Berbeda dengan calon Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko (Bung Edi) bersama rombongan mengunjungi Pasar Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

"Setelah direnovasi pendapatan pedagang katanya tidak malah naik, tapi malah turun. Suasana pasar tidak semakin ramai tapi justru sepi," kata Bung Edi.

Keadaan ini sudah berlangsung agak lama dan menjadi keresahaan para pedagang. Beberapa kali keluhan sudah disampaikan tetapi belum mendapatkan jalan keluar. Beberapa usulan mengemuka saat dialog antara Edi Sofyan Jarwoko berpasangan dengan Cawali Sutiaji dengan nomor urut 3 saat bertemu pedagang.

Salah satunya, usulan agar Pemkot Malang menggelar even di Pasar Bareng. Tujuannya even tersebut akan meramaikan pasar Bareng.

"Lewat event tersebut diharapkan banyak masyarakat yang berkunjung ke Pasar Bareng. Semakin banyak yang berkunjung semakin besar kemungkinan dagagan terjual," kata Bung Edi.
(fat/fat)

Let's block ads! (Why?)

Malang - Tiga paslon maju di Pilwali Malang 2018, terus menyerap aspirasi warga di hari ke-13 masa kampanye. Ada yang bertandang ke pasar, ada juga menyikapi persoalan tengah dihadapi Kota Malang, yakni kemacetan.

Paslon nomor urut 2, Moch Anton-Syamsul Mahmud, jadwal pertama kampanye berkunjung ke Pasar Klojen, Rabu (28/2/2018). Keduanya terlihat sibuk berinteraksi dan menyapa pedagang pasar, sejumlah timses dan partai pengusung ikut mendampingi dengan terus meneriakkan yel-yel dan nomor urut paslon diusung PKB, PKS, Perindo, dan Gerindra itu.

Selama bertemu pedagang dan warga, Abah Anton-begitu akrab disapa banyak melayani foto bareng. Dia tak lupa memberikan kaos yang tentunya bergambar dirinya dengan Syamsul. "Mana kaos-kaos, ini bagi semua," ucap Anton.

Kepada detikcom di sela kampanye, Anton mengaku banyak warga menanyakan adanya perbaikan infrastruktur pasar. Dirinya pun menjelaskan, adanya keterediaan dukungan pemerintah pusat, salah satunya rencana revitalisasi Pasar Klojen.

"Tadi banyak disampaikan, bila perbaikan pasar sangat dibutuhkan. Kami menjelaskan tentang adanya rencana revitalisasi. Semoga amanah diberikan kembali kepada kami, hingga akan mewujudkan itu," ujar Anton.

Selain infrastruktur, yang mengarah kepada pasar bersih, nyaman dan aman. Warga juga menyampaikan naik turunnya harga. Menurut dia, operasi pasar, perlu dilakukan secara periodik sehingga kebutuhan bisa dipenuhi warga tanpa membeli dengan harga mahal.

"Kenaikan harga juga disampaikan. Perlu operasi pasar, agar tetap terjangkau. Yang jelas kami mengutamakan konsep buttom up dengan mendengar segala kebutuhan warga untuk menjadi arah dari kebijakan pemerintah, dalam hal ini Pemkot Malang, jika terpilih nanti," beber Anton.

Selain Pasar Klojen, Anton-Syamsul turut mendatangi Pasar Burung Splendit, Kampung Biru (Arema) dan beberapa titik kampanye di Kecamatan Klojen.

Sementara paslon urut 1, Ananda Yaqud Gudban-Wanedi menyoroti kemacetan di Kota Malang, yang menduduki rangking ketiga, setelah Jakarta dan Bandung oleh Lembaga riste Inrix.

Berdasar riset itu, pengendara di Kota Malang perlu menghabiskan waktu selama 45 jam dalam setahun di tengah macet. Cawali Ananda Yaqud Gudban menegaskan jika salah satu fokus utama program yang diemban adalah menyelesaikan permasalahan macet yang kian banyak dikeluhkan warga.

"Kemacetan jangan saja dianggap sebagai indikator kemajuan suatu daerah saja tetapi harus dipecahkan bersama," kata Mbak Nanda, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, sudah menyiapkan program yang detil dan rinci tentang bagaimana menyiasati agar Kota Malang tidak lagi dilanda kemacetan dan berdampak negatif bagi masyarakat.

"Ada banyak masukan dan saran soal bagaimana mengatasi kemacetan ini. Tim kami sudah persiapkan program itu untuk menyelesaikan macet di Kota Malang," tegasnya.

Berbeda dengan calon Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko (Bung Edi) bersama rombongan mengunjungi Pasar Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

"Setelah direnovasi pendapatan pedagang katanya tidak malah naik, tapi malah turun. Suasana pasar tidak semakin ramai tapi justru sepi," kata Bung Edi.

Keadaan ini sudah berlangsung agak lama dan menjadi keresahaan para pedagang. Beberapa kali keluhan sudah disampaikan tetapi belum mendapatkan jalan keluar. Beberapa usulan mengemuka saat dialog antara Edi Sofyan Jarwoko berpasangan dengan Cawali Sutiaji dengan nomor urut 3 saat bertemu pedagang.

Salah satunya, usulan agar Pemkot Malang menggelar even di Pasar Bareng. Tujuannya even tersebut akan meramaikan pasar Bareng.

"Lewat event tersebut diharapkan banyak masyarakat yang berkunjung ke Pasar Bareng. Semakin banyak yang berkunjung semakin besar kemungkinan dagagan terjual," kata Bung Edi.
(fat/fat)

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Ini Lokasi Kampanye Paslon di Pilwali Malang"

Post a Comment

Powered by Blogger.