Search

Tazokraf 2019, Ajang Bagi Para UMKM se-Kota Malang Untuk Promosikan Produk - Surya Malang

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Taman Zona Krestif (Tazokraf) 2019  mendapat apresiasi dari para UMKM se-Kota Malang, Sabtu (16/3). Diaman Tazokraf yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang menyediakan tempat sebanyak 65 stand UMKM  disetiap sudut Taman Merjosari, Kota Malang.

Beberapa dari para UMKM itu menjual produk seperti, pernak-pernik, asesoris, tas, batik, keramik, dan beragam olahan makanan maupun minuman.

Salah satu UMKM, Titiek Rahmawati mengapresiasi acara yang dilakukan oleh Disbudpar Kota Malang. Menurutnya, acara ini sangat bermanfaat terutama bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya kepada masyarakat.

"Ini adalah ajang promosi bagi kami agar masyarakat tahu, bahwa Kota Malang ini gudangnya orang kreatif," ucap perempuan pemilik usaha asesoris dari batu permata ini.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Nurul Almira, produsen produk sulam baju asal Jalan Sunan Muria, Kota Malang. Dia bersyukur, atas digelarnya rangkaian kegiatan Tazokraf 2019.

Selain dijadikan ajang promosi, Tazokraf 2019 sendiri juga ia jadikan sebagai ajang silaturahmi atas komunikasi kreatif yang ada di Kota Malang. "Kami berharap produk kami nantinya bisa dikenal. Karena kami sebagai para pelaku UMKM memang belum memiliki tempat ataupun wadah untuk mempromosikan produk kami," ucapnya.

Ke depan, Nurul berharap pemerintah dalam hal ini Disbudpar bisa mendengarkan aspirasi dari para pelaku UMKM. Terutama masalah tempat yang hingga kini, Kota Malang belum memiliki kawasan khusus UMKM tersebut.

"Malang merupakan gudangnya orang kreatif. Selain memiliki banyak tempat wisata, Malang juga mempunyai banyak karya seni yang menjual. Untuk itu kami juga membutuhkan tempat sebagai ajang promosi kami untuk meningkatkan sektor ekonomi," ucapnya.

Tak hanya diikuti oleh UMKM saja, acara Tazokraf 2019 juga diikuti oleh beberapa komunitas seperti komunitas budaya bantengan dan fotografi.

Sekretaris Disbudpar Kota Malang, Dahlia Lusi Ratnasari mengatakan, acara Tazokraf 2019 akan digelar selama dua hari mulai tanggal 16-17 Maret 2019. Tazokraf 2019 digelar dalam memperingati HUT ke-105 Kota Malang dan juga sebagai langkah awal untuk meningkatkan ekonomi kreatif yang terdapat di setiap kecamatan.

"Tazokraf adalah langkah awal dari upaya Pemkot Malang untuk menggalakkan satu zona kreatif di tiap kecamatan di Kota Malang sesuai perintah Wali Kota Malang, Sutiaji," jelasnya.

Kata Lusi, Wali Kota Malang, Sutiaji ingin setiap kecamatan ada co-working space. Untuk itu, Disbudpar Kota Malang mengggelar acara Tazokraf yang diawali di Kecamatan Lowokwaru.

"Kami sudah empat kali menggelar acara seperti ini. Di tahun ini kami memang sengaja menggelarnya di Taman Kota, agar Taman Kota ini menjadi tempat untuk berkumpul bagi para start up ekonomi kreatif ini," ujarnya.

Tak hanya itu, Tazokraf 2019 juga dijadikan sebagai ajang untuk mendatangkan wisatawan. Para pelaku Ekraf yang ada di sini nantinya akan dibina oleh tiga OPD di Kota Malang, yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Dinas koperasi.

"Mereka ini akan kami rangkul, akan kami bina untuk membangun lagi potensinya, guna mewujudkan kota Malang ini sebagai Kota kreatif karena kota Malang ini merupakan gudangnya orang-orang kreatif dan anak-anak muda yang penuh dengan inovasi-inovasi," tandasnya.

Let's block ads! (Why?)

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Taman Zona Krestif (Tazokraf) 2019  mendapat apresiasi dari para UMKM se-Kota Malang, Sabtu (16/3). Diaman Tazokraf yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang menyediakan tempat sebanyak 65 stand UMKM  disetiap sudut Taman Merjosari, Kota Malang.

Beberapa dari para UMKM itu menjual produk seperti, pernak-pernik, asesoris, tas, batik, keramik, dan beragam olahan makanan maupun minuman.

Salah satu UMKM, Titiek Rahmawati mengapresiasi acara yang dilakukan oleh Disbudpar Kota Malang. Menurutnya, acara ini sangat bermanfaat terutama bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya kepada masyarakat.

"Ini adalah ajang promosi bagi kami agar masyarakat tahu, bahwa Kota Malang ini gudangnya orang kreatif," ucap perempuan pemilik usaha asesoris dari batu permata ini.

Hal yang sama juga diutarakan oleh Nurul Almira, produsen produk sulam baju asal Jalan Sunan Muria, Kota Malang. Dia bersyukur, atas digelarnya rangkaian kegiatan Tazokraf 2019.

Selain dijadikan ajang promosi, Tazokraf 2019 sendiri juga ia jadikan sebagai ajang silaturahmi atas komunikasi kreatif yang ada di Kota Malang. "Kami berharap produk kami nantinya bisa dikenal. Karena kami sebagai para pelaku UMKM memang belum memiliki tempat ataupun wadah untuk mempromosikan produk kami," ucapnya.

Ke depan, Nurul berharap pemerintah dalam hal ini Disbudpar bisa mendengarkan aspirasi dari para pelaku UMKM. Terutama masalah tempat yang hingga kini, Kota Malang belum memiliki kawasan khusus UMKM tersebut.

"Malang merupakan gudangnya orang kreatif. Selain memiliki banyak tempat wisata, Malang juga mempunyai banyak karya seni yang menjual. Untuk itu kami juga membutuhkan tempat sebagai ajang promosi kami untuk meningkatkan sektor ekonomi," ucapnya.

Tak hanya diikuti oleh UMKM saja, acara Tazokraf 2019 juga diikuti oleh beberapa komunitas seperti komunitas budaya bantengan dan fotografi.

Sekretaris Disbudpar Kota Malang, Dahlia Lusi Ratnasari mengatakan, acara Tazokraf 2019 akan digelar selama dua hari mulai tanggal 16-17 Maret 2019. Tazokraf 2019 digelar dalam memperingati HUT ke-105 Kota Malang dan juga sebagai langkah awal untuk meningkatkan ekonomi kreatif yang terdapat di setiap kecamatan.

"Tazokraf adalah langkah awal dari upaya Pemkot Malang untuk menggalakkan satu zona kreatif di tiap kecamatan di Kota Malang sesuai perintah Wali Kota Malang, Sutiaji," jelasnya.

Kata Lusi, Wali Kota Malang, Sutiaji ingin setiap kecamatan ada co-working space. Untuk itu, Disbudpar Kota Malang mengggelar acara Tazokraf yang diawali di Kecamatan Lowokwaru.

"Kami sudah empat kali menggelar acara seperti ini. Di tahun ini kami memang sengaja menggelarnya di Taman Kota, agar Taman Kota ini menjadi tempat untuk berkumpul bagi para start up ekonomi kreatif ini," ujarnya.

Tak hanya itu, Tazokraf 2019 juga dijadikan sebagai ajang untuk mendatangkan wisatawan. Para pelaku Ekraf yang ada di sini nantinya akan dibina oleh tiga OPD di Kota Malang, yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Dinas koperasi.

"Mereka ini akan kami rangkul, akan kami bina untuk membangun lagi potensinya, guna mewujudkan kota Malang ini sebagai Kota kreatif karena kota Malang ini merupakan gudangnya orang-orang kreatif dan anak-anak muda yang penuh dengan inovasi-inovasi," tandasnya.

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Tazokraf 2019, Ajang Bagi Para UMKM se-Kota Malang Untuk Promosikan Produk - Surya Malang"

Post a Comment

Powered by Blogger.