Search

Warkop 23 Bikin Hamka Hamzah Makin Betah di Malang - Bola.com

Bola.com, Malang - Kapten tim Arema, Hamka Hamzah, sejak bulan lalu menambah satu lagi bisnisnya. Dia membuka warung kopi di Jalan Kawi Atas, Kota Malang, yang bernama Warkop 23.

Bisnis tersebut merupakan cabang kedua. Cabang pertama sudah dibuka di Makassar pada 2017, ketika Hamka masih memperkuat klub tanah kelahirannya, PSM.

Hamka membuka cabang di Malang lantaran sudah betah. Kalau di Makassar adalah tanah kelahirannya, di Malang sudah seperti rumah kedua baginya.

Selain itu Hamka melihat ngopi sudah jadi budaya di dua kota tersebut. Ini juga yang membuat Hamka tidak membuka cabang Warkop 23 ketika masih membela Sriwijaya FC musim lalu di Palembang.

"Selain itu, saya juga mengamati kebudayaan setiap kota. Malang dan Makassar, masyarakatnya sama-sama suka ngopi. Bedanya di Makassar, ngopi pagi hari sebelum kerja. Kalau di Malang ngopi malam buat nongkrong. Kalau di Palembang, saya hanya setengah musim di sana. Dan jarang orang ngopi," jelasnya.

Kini bisnis warkop itu sudah berjalan. Meski di Malang banyak saingan tempat ngopi yang lebih mewah, Hamka tak takut bersaing dengan tempat ngopi lainnya yang lebih modern dengan tempat indah untuk dibuat foto karena warkop sederhana miliknya ditujukan untuk penikmat kopi yang sesungguhnya. 

"Kalau warkop saya ini memang untuk pecinta kopi karena saya lebih mengutamakan rasanya," jelasnya.

Di warkop milik Hamka Hamzah itu memang menyajikan kopi dengan rasa pahit yang cukup kuat. Tetapi, jika ingin yang lebih manis, ada kopi susu dalam daftar menu yang disajikan.

"Kopi itu ada dua jenis secara umum. Arabica dan Robusta. Kami punya takaran sendiri untuk membuat kopi yang pas di warkop," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Pelanggan Warkop

Saat membuka cabang di Malang, Hamka juga mendatangkan peracik kopi dari Makassar, dengan tujuan untuk menyamakan rasa kopi yang ada di Makassar dengan Malang. Selain itu, interior hingga meja dan kursi juga dibuat sama.

Dan yang ngopi di Warkop 23 bukan hanya fansnya atau Aremania, tetapi banyak yang justru dari luar pencinta sepak bola.

"Awalnya yang datang ke Warkop 23 di Malang ya pencinta sepak bola karena tahu warkop ini punya saya. Tapi, setelah berjalan, ternyata banyak penikmat kopi justru yang datang," kata Hamka.

Bisnis ini juga dijadikan Hamka Hamzah sebagai tabungan. Dia menganggap uang yang didapatkan dari sepak bola lebih baik dibuat untuk bisnis warkop ketimbang ditabung di bank. Hamka juga menikmati kebiasaan menghabiskan waktu libur latihan di warkop tersebut.

"Kalau tabungan dibuat bisnis kan tidak habis. Justru kalau ada uang di bank, bisa habis buat beli-beli barang. Sekarang kalau libur latihan, saya justru senang di warkop kumpul teman dan nambah saudara," candanya.

Let's block ads! (Why?)

Bola.com, Malang - Kapten tim Arema, Hamka Hamzah, sejak bulan lalu menambah satu lagi bisnisnya. Dia membuka warung kopi di Jalan Kawi Atas, Kota Malang, yang bernama Warkop 23.

Bisnis tersebut merupakan cabang kedua. Cabang pertama sudah dibuka di Makassar pada 2017, ketika Hamka masih memperkuat klub tanah kelahirannya, PSM.

Hamka membuka cabang di Malang lantaran sudah betah. Kalau di Makassar adalah tanah kelahirannya, di Malang sudah seperti rumah kedua baginya.

Selain itu Hamka melihat ngopi sudah jadi budaya di dua kota tersebut. Ini juga yang membuat Hamka tidak membuka cabang Warkop 23 ketika masih membela Sriwijaya FC musim lalu di Palembang.

"Selain itu, saya juga mengamati kebudayaan setiap kota. Malang dan Makassar, masyarakatnya sama-sama suka ngopi. Bedanya di Makassar, ngopi pagi hari sebelum kerja. Kalau di Malang ngopi malam buat nongkrong. Kalau di Palembang, saya hanya setengah musim di sana. Dan jarang orang ngopi," jelasnya.

Kini bisnis warkop itu sudah berjalan. Meski di Malang banyak saingan tempat ngopi yang lebih mewah, Hamka tak takut bersaing dengan tempat ngopi lainnya yang lebih modern dengan tempat indah untuk dibuat foto karena warkop sederhana miliknya ditujukan untuk penikmat kopi yang sesungguhnya. 

"Kalau warkop saya ini memang untuk pecinta kopi karena saya lebih mengutamakan rasanya," jelasnya.

Di warkop milik Hamka Hamzah itu memang menyajikan kopi dengan rasa pahit yang cukup kuat. Tetapi, jika ingin yang lebih manis, ada kopi susu dalam daftar menu yang disajikan.

"Kopi itu ada dua jenis secara umum. Arabica dan Robusta. Kami punya takaran sendiri untuk membuat kopi yang pas di warkop," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Pelanggan Warkop

Saat membuka cabang di Malang, Hamka juga mendatangkan peracik kopi dari Makassar, dengan tujuan untuk menyamakan rasa kopi yang ada di Makassar dengan Malang. Selain itu, interior hingga meja dan kursi juga dibuat sama.

Dan yang ngopi di Warkop 23 bukan hanya fansnya atau Aremania, tetapi banyak yang justru dari luar pencinta sepak bola.

"Awalnya yang datang ke Warkop 23 di Malang ya pencinta sepak bola karena tahu warkop ini punya saya. Tapi, setelah berjalan, ternyata banyak penikmat kopi justru yang datang," kata Hamka.

Bisnis ini juga dijadikan Hamka Hamzah sebagai tabungan. Dia menganggap uang yang didapatkan dari sepak bola lebih baik dibuat untuk bisnis warkop ketimbang ditabung di bank. Hamka juga menikmati kebiasaan menghabiskan waktu libur latihan di warkop tersebut.

"Kalau tabungan dibuat bisnis kan tidak habis. Justru kalau ada uang di bank, bisa habis buat beli-beli barang. Sekarang kalau libur latihan, saya justru senang di warkop kumpul teman dan nambah saudara," candanya.

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Warkop 23 Bikin Hamka Hamzah Makin Betah di Malang - Bola.com"

Post a Comment

Powered by Blogger.