Search

Pasca-Kebakaran, RSSA Kota Malang Terbatas Terima Pasien - KOMPAS.com

MALANG, KOMPAS.com - Aliran listrik di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang masih putus pasca panel listrik yang ada di rumah sakit tersebut terbakar pada Rabu (27/2/2019).

Kondisi itu menyebabkan pelayanan medis terganggu. Pihak rumah sakit belum bisa menerima rujukan pasien yang membutuhkan peralatan medis yang menggunakan aliran listrik.

Pihak rumah sakit hanya mengutamakan penanganan pasien prioritas utama atau gawat darurat.

Baca juga: Diawali 4 Kali Ledakan, Bangunan Belakang RSSA Kota Malang Terbakar

"Saat ini kami sudah bisa menerima rujukan. Namun kasus yang dapat kami tangani terbatas pada kasus - kasus P1 yang tidak membutuhkan ventilator dan tidak membutuhkan tindakan pembedahan cito (emergency) mengingat belum pulihnya kondisi listrik di IGD, ICU dan Instalasi Bedah Sentral kami yang pemulihannya diperkirakan selama dua hari," kata Kepala Sub Bagian Hukmas dan Pemasaran RSSA Kota Malang Rusyandini Perdana Putri melalui keterangan tertulis, Kamis (28/2/2019).

"Untuk pelayanan yang tidak emergency dan membutuhkan aliran listrik seperti fisioterapi, gigi dan mulut, dan radioterapi sementara belum bisa kami layani sampai dengan aliran listrik normal kembali," tulisnya.

Baca juga: 100 Pasien Dilarikan ke Luar Ruangan saat Kebakaran di RSSA Kota Malang

Begitu juga dengan pasien operasi yang tidak emergency. Pihak RSSA belum bisa melayani. Pihak rumah sakit hanya menerima pasien operasi yang emergency.

"Operasi emergency tetap bisa dilaksanakan di OK emergency," katanya.

"Pelayanan laboratorium dan radiologi akan kami rujuk secara partrial," ungkapnya.

Sementara pelayanan hemodialisa tetap berjalan. Pasien diminta untuk menghubungi petugas terkait jadwal.

Baca juga: Ruang IGD, ICU, dan Paviliun RSSA Kota Malang Padam akibat Panel Listrik Terbakar

Pelayanan rawat jalan tetap dibuka namun prosesnya lebih lama karena kegiatannya manual.

"Rawat jalan tetap bisa dilayani, namun karena seluruh kegiatan secara manual maka memakan waktu yang lebih lama," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, panel listrik yang menyuplai aliran listrik di RSSA Kota Malang terbakar, Rabu (27/2/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mendengar empat kali ledakan sebelum asap membumbung.

Pasien yang ada di IGD dan ICU dilarikan keluar ruangan akibat kepulan asap. Sebab, panel listrik yang terbakar ada di bagian belakang rumah sakit. Pada Rabu malam, kondisi rumah sakit masih terlihat gelap.

RSSA Kota Malang merupakan rumah sakit kelas A milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Rumah sakit yang ada di Jalan Jaksa Agung Suprapto itu menjadi tempat rujukan rumah sakit daerah di sekitarnya.

Baca juga: Usai Terjadi Kebakaran, RSSA Kota Malang Gelap Gulita


Let's block ads! (Why?)

MALANG, KOMPAS.com - Aliran listrik di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang masih putus pasca panel listrik yang ada di rumah sakit tersebut terbakar pada Rabu (27/2/2019).

Kondisi itu menyebabkan pelayanan medis terganggu. Pihak rumah sakit belum bisa menerima rujukan pasien yang membutuhkan peralatan medis yang menggunakan aliran listrik.

Pihak rumah sakit hanya mengutamakan penanganan pasien prioritas utama atau gawat darurat.

Baca juga: Diawali 4 Kali Ledakan, Bangunan Belakang RSSA Kota Malang Terbakar

"Saat ini kami sudah bisa menerima rujukan. Namun kasus yang dapat kami tangani terbatas pada kasus - kasus P1 yang tidak membutuhkan ventilator dan tidak membutuhkan tindakan pembedahan cito (emergency) mengingat belum pulihnya kondisi listrik di IGD, ICU dan Instalasi Bedah Sentral kami yang pemulihannya diperkirakan selama dua hari," kata Kepala Sub Bagian Hukmas dan Pemasaran RSSA Kota Malang Rusyandini Perdana Putri melalui keterangan tertulis, Kamis (28/2/2019).

"Untuk pelayanan yang tidak emergency dan membutuhkan aliran listrik seperti fisioterapi, gigi dan mulut, dan radioterapi sementara belum bisa kami layani sampai dengan aliran listrik normal kembali," tulisnya.

Baca juga: 100 Pasien Dilarikan ke Luar Ruangan saat Kebakaran di RSSA Kota Malang

Begitu juga dengan pasien operasi yang tidak emergency. Pihak RSSA belum bisa melayani. Pihak rumah sakit hanya menerima pasien operasi yang emergency.

"Operasi emergency tetap bisa dilaksanakan di OK emergency," katanya.

"Pelayanan laboratorium dan radiologi akan kami rujuk secara partrial," ungkapnya.

Sementara pelayanan hemodialisa tetap berjalan. Pasien diminta untuk menghubungi petugas terkait jadwal.

Baca juga: Ruang IGD, ICU, dan Paviliun RSSA Kota Malang Padam akibat Panel Listrik Terbakar

Pelayanan rawat jalan tetap dibuka namun prosesnya lebih lama karena kegiatannya manual.

"Rawat jalan tetap bisa dilayani, namun karena seluruh kegiatan secara manual maka memakan waktu yang lebih lama," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, panel listrik yang menyuplai aliran listrik di RSSA Kota Malang terbakar, Rabu (27/2/2019) sekitar pukul 13.00 WIB. Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mendengar empat kali ledakan sebelum asap membumbung.

Pasien yang ada di IGD dan ICU dilarikan keluar ruangan akibat kepulan asap. Sebab, panel listrik yang terbakar ada di bagian belakang rumah sakit. Pada Rabu malam, kondisi rumah sakit masih terlihat gelap.

RSSA Kota Malang merupakan rumah sakit kelas A milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Rumah sakit yang ada di Jalan Jaksa Agung Suprapto itu menjadi tempat rujukan rumah sakit daerah di sekitarnya.

Baca juga: Usai Terjadi Kebakaran, RSSA Kota Malang Gelap Gulita


Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Pasca-Kebakaran, RSSA Kota Malang Terbatas Terima Pasien - KOMPAS.com"

Post a Comment

Powered by Blogger.