Search

Kabupaten Malang "darurat" guru SD berstatus ASN

Malang (ANTARA News) - Wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, hingga saat ini masih "darurat" guru SD yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), karenanya ada sejumlah sekolah yang memaksa seorang guru mengajar di beberapa SD.

Bupati Malang Rendra Kresna, Kamis mengakui kondisi tersebut. "Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, ada guru yang terpaksa harus merangkap mengajar di empat SD, khususnya untuk guru agama dan olahraga," kata Rendra di Malang, Jawa Timur.

Dengan kondisi dan keberadaan guru SD berstatus ASN yang kekuranmasih kurang cukup banyak ini, bahkan mencapai ribuan, Rendra mengaku kasihan pada siswa karena tidak bisa maksimal dan guru bersangkutan juga demikian. "Yang lebih parah lagi ada satu SD Negeri di Gedangan yang hanya memiliki satu guru sekaligus kepala sekolah. Usianya pun mendekati masa pensiun," ujarnya.

Rendra mengaku keberadaan dan kekurangan guru SD berstatus ASN yang sedikit itu membuat Pemkab Malang harus segera mencari jalan keluar, apalagi di tengah tuntutan kemajuan teknologi, termasuk dalam dunia pendidikan.

Lebih lanjut, Rendra mengatakan, usia pensiun guru berstatus ASN tersebut juga banyak yang hampir bersamaan. Dan, itu tidak bisa dicegah. Oleh karena itu, Pemkab akan terus berupaya menambah jumlah guru SD berstatus ASN, bahkan tanpa melalui ujian atau seleksi CPNS.

"Kami memang memprioritaskan para guru tidak tetap (GTT) atau honorer yang sudah lama mengajar dan mengabdi sebagai pendidik di Kabupaten Malang," ucap Ketua DPD NasDem Jawa Timur tersebut.

Kekurangan guru ASN di Kabupaten Malang terjadi sejak dua tahun terakhir. Kondisi ini terjadi setelah banyaknya guru ASN memasuki masa pensiun, namun tidak diikuti dengan penerimaan guru ASN karena Pemerintah Pusat melakukan moratorium ASN.

Dampaknya sekarang ini, kata Rendra, kekurangan guru ASN kondisinya semakin parah karena guru ASN yang ada harus mengajar hingga di empat sekolah. "Mudah-mudahan tahun ini ada rekrutmen, sehingga kebutuhan guru SD berstatus ASN bisa terpenuhi, meski tidak sampai 100 persen," kata Rendra.

Dalam dua tahun terakhir ini Kabupaten malang kekurangan guru SD berstatus ASN sekitar 2.500 hingga 3.000 orang yang ditempatkan di 33 kecamatan yang ada di wilayah itu, terutama di wilayah terpencil.

Baca juga: Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat kekurangan guru

Baca juga: DPR : Seharusnya Indonesia tidak kekurangan guru
 

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Let's block ads! (Why?)

Malang (ANTARA News) - Wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, hingga saat ini masih "darurat" guru SD yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), karenanya ada sejumlah sekolah yang memaksa seorang guru mengajar di beberapa SD.

Bupati Malang Rendra Kresna, Kamis mengakui kondisi tersebut. "Kami sangat prihatin dengan kondisi ini, ada guru yang terpaksa harus merangkap mengajar di empat SD, khususnya untuk guru agama dan olahraga," kata Rendra di Malang, Jawa Timur.

Dengan kondisi dan keberadaan guru SD berstatus ASN yang kekuranmasih kurang cukup banyak ini, bahkan mencapai ribuan, Rendra mengaku kasihan pada siswa karena tidak bisa maksimal dan guru bersangkutan juga demikian. "Yang lebih parah lagi ada satu SD Negeri di Gedangan yang hanya memiliki satu guru sekaligus kepala sekolah. Usianya pun mendekati masa pensiun," ujarnya.

Rendra mengaku keberadaan dan kekurangan guru SD berstatus ASN yang sedikit itu membuat Pemkab Malang harus segera mencari jalan keluar, apalagi di tengah tuntutan kemajuan teknologi, termasuk dalam dunia pendidikan.

Lebih lanjut, Rendra mengatakan, usia pensiun guru berstatus ASN tersebut juga banyak yang hampir bersamaan. Dan, itu tidak bisa dicegah. Oleh karena itu, Pemkab akan terus berupaya menambah jumlah guru SD berstatus ASN, bahkan tanpa melalui ujian atau seleksi CPNS.

"Kami memang memprioritaskan para guru tidak tetap (GTT) atau honorer yang sudah lama mengajar dan mengabdi sebagai pendidik di Kabupaten Malang," ucap Ketua DPD NasDem Jawa Timur tersebut.

Kekurangan guru ASN di Kabupaten Malang terjadi sejak dua tahun terakhir. Kondisi ini terjadi setelah banyaknya guru ASN memasuki masa pensiun, namun tidak diikuti dengan penerimaan guru ASN karena Pemerintah Pusat melakukan moratorium ASN.

Dampaknya sekarang ini, kata Rendra, kekurangan guru ASN kondisinya semakin parah karena guru ASN yang ada harus mengajar hingga di empat sekolah. "Mudah-mudahan tahun ini ada rekrutmen, sehingga kebutuhan guru SD berstatus ASN bisa terpenuhi, meski tidak sampai 100 persen," kata Rendra.

Dalam dua tahun terakhir ini Kabupaten malang kekurangan guru SD berstatus ASN sekitar 2.500 hingga 3.000 orang yang ditempatkan di 33 kecamatan yang ada di wilayah itu, terutama di wilayah terpencil.

Baca juga: Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat kekurangan guru

Baca juga: DPR : Seharusnya Indonesia tidak kekurangan guru
 

Pewarta:
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Kabupaten Malang "darurat" guru SD berstatus ASN"

Post a Comment

Powered by Blogger.