Search

BMKG Malang Berharap Masyarakat Bijak Gunakan Air

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Memasuki musim kemarau, masyarakat diharapkan mulai bijak dalam pemanfaatan air. Pasalnya, terjadinya musim kemarau tahun ini diperkirakan Badan Meteorologi dan Geofisikan (BMKG) kemungkinan akan normal namun cenderung lebih panjang waktunya dari musim kemarau sebelumnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Malang, Joko Budi Utomo mengatakan, masyarakat agar lebih hemat dalam memanfaatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Karena tidak tertutup kemungkinan akan terjadi penurunan persediaan air namun kebutuhan normal.

"Maka tidak salah bila saat ini masyarakat mulai berhemat air," kata Joko Budi Utomo, Jumat (4/5/2018).

Untuk wilayah Kabupaten Malang, dikatakan Joko, wilayah Selatan Malang memiliki potensi terjadinya musim kemarau yang berkepanjangan. Hal itu mengingat kondisi alam wilayah Malang Selatan yang didominasi perbukitan kapur. Akibatnya setiap musim kemarau selalu terjadi persoalan kekurangan air di wilayah Malang Selatan.

"Untuk itu, tentunya masyarakat di wilayah Malang Selatan yang harus lebih bijak lagi dalam memanfaatkan air," ucap Joko.

Selain itu, menurut Joko, kepada para petani di Kabupaten Malang diharapkan bisa menyesuaikan pola tanam dengan kondisi musim kemarau sekarang ini. Hal itu dimaksudkan dengan pola tanam disesuaikan dengan musim kemarau maka terjadinya gagal panen dan paceklik yang biasa dialami petani bisa dihindari.

"Tentunya kerugian besar bisa dihindari petani dengan menerapkan pola tanam sesuai kondisi musim," tandas Joko.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan perkiraan terjadinya musim kemarau dari BMKG. Meski demikian, BPBD belum melakukan pemetaan daerah-daerah rawan kekeringan dalam musim kemarau tahun ini.

"Secepatnya kami akan petakan daerah rawan kekeringan. Sekaligus menentukan langkah yang bisa diambil BPBD," kata Bambang Istiswan.

Memang, diakui Bambang Istiawan, setiap musim kemarau di sejumlah wilayah di Kabupaten Malang mengalami kekeringan. BPBD Kabupaten Malang sendiri menyiapkan pengiriman bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan tersebut.

Hal itu biasa dilakukan bekerjasama dengan instansi terkait di Pemkab Malang yang memiliki armada tanki air dan PDAM Kabupaten Malang.

"Yang pasti, BPBD setiap ada wilayah dilanda kekeringan maka akan secepatnya mengirimkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Hanya saja, kami belum mengetahui ada berapa armada tangki air bersih yang bisa disiagakan menghadapi musim kemarau tahun ini," tutur Bambang Istiawan.

Let's block ads! (Why?)

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Memasuki musim kemarau, masyarakat diharapkan mulai bijak dalam pemanfaatan air. Pasalnya, terjadinya musim kemarau tahun ini diperkirakan Badan Meteorologi dan Geofisikan (BMKG) kemungkinan akan normal namun cenderung lebih panjang waktunya dari musim kemarau sebelumnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Malang, Joko Budi Utomo mengatakan, masyarakat agar lebih hemat dalam memanfaatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Karena tidak tertutup kemungkinan akan terjadi penurunan persediaan air namun kebutuhan normal.

"Maka tidak salah bila saat ini masyarakat mulai berhemat air," kata Joko Budi Utomo, Jumat (4/5/2018).

Untuk wilayah Kabupaten Malang, dikatakan Joko, wilayah Selatan Malang memiliki potensi terjadinya musim kemarau yang berkepanjangan. Hal itu mengingat kondisi alam wilayah Malang Selatan yang didominasi perbukitan kapur. Akibatnya setiap musim kemarau selalu terjadi persoalan kekurangan air di wilayah Malang Selatan.

"Untuk itu, tentunya masyarakat di wilayah Malang Selatan yang harus lebih bijak lagi dalam memanfaatkan air," ucap Joko.

Selain itu, menurut Joko, kepada para petani di Kabupaten Malang diharapkan bisa menyesuaikan pola tanam dengan kondisi musim kemarau sekarang ini. Hal itu dimaksudkan dengan pola tanam disesuaikan dengan musim kemarau maka terjadinya gagal panen dan paceklik yang biasa dialami petani bisa dihindari.

"Tentunya kerugian besar bisa dihindari petani dengan menerapkan pola tanam sesuai kondisi musim," tandas Joko.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan perkiraan terjadinya musim kemarau dari BMKG. Meski demikian, BPBD belum melakukan pemetaan daerah-daerah rawan kekeringan dalam musim kemarau tahun ini.

"Secepatnya kami akan petakan daerah rawan kekeringan. Sekaligus menentukan langkah yang bisa diambil BPBD," kata Bambang Istiswan.

Memang, diakui Bambang Istiawan, setiap musim kemarau di sejumlah wilayah di Kabupaten Malang mengalami kekeringan. BPBD Kabupaten Malang sendiri menyiapkan pengiriman bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang dilanda kekeringan tersebut.

Hal itu biasa dilakukan bekerjasama dengan instansi terkait di Pemkab Malang yang memiliki armada tanki air dan PDAM Kabupaten Malang.

"Yang pasti, BPBD setiap ada wilayah dilanda kekeringan maka akan secepatnya mengirimkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga. Hanya saja, kami belum mengetahui ada berapa armada tangki air bersih yang bisa disiagakan menghadapi musim kemarau tahun ini," tutur Bambang Istiawan.

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "BMKG Malang Berharap Masyarakat Bijak Gunakan Air"

Post a Comment

Powered by Blogger.