Search

Darurat Medsos, Wali Kota Malang Ajak Puasa Gawai - malangvoice

Wali Kota Malang Sutiaji isi kajian Subuh di Masjid Nurul Muttaqin, Rabu (16/1). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Dampak negatif perkembangan dunia digital, khususnya media sosial jadi perhatian serius. Wali Kota Malang, Sutiaji mengajak masyarakat Kota Malang untuk puasa gadget alias gawai.

Ajakan ini merespon semakin mirisnya dekadensi moral akibat imbas negatif arus informasi yang tak berbatas.

“Sosial media yang dibangun sesungguhnya bernilai positif. Namun semakin ke sini, aspek pergunjingan mengarah pada fitnah, ujaran kebencian dan kebohongan terus berkeliaran di kehidupan kita sehari hari dan juga dicernah anak – anak kita,” kata Sutiaji saat isi kajian Subuh di Masjid Nurul Muttaqin, Rabu (16/1).

“Belum lagi konten dan ujaran pornografi yang memicu perilaku amoral. Maka ini sungguh kondisi darurat, dan pendidikan moral serta karakter harus prioritas,” imbuhnya.

Sutiaji juga kembali mengampanyekan, pentingnya pendidikan karakter. Khususnya pembelajaran non calistung untuk kelas 1 dan 2 SD.

“Bobot pembelajaran lebih ditekankan pada aspek moral, budi pekerti, etos dan budaya yang bernilai positif. Bagaimana siswa semakin sadar dan paham akan budaya antre, menghormati orang tua dan yang tua dari mereka, bersikap jujur dan memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang baik,” beber Sutiaji.

“Dan saya percaya dengan metode pembelajaran baca hitung yang makin efisien dan efektif, maka itu tidak memerlukan waktu yang bertahun- tahun,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Let's block ads! (Why?)

Wali Kota Malang Sutiaji isi kajian Subuh di Masjid Nurul Muttaqin, Rabu (16/1). (Humas Pemkot Malang)

MALANGVOICE – Dampak negatif perkembangan dunia digital, khususnya media sosial jadi perhatian serius. Wali Kota Malang, Sutiaji mengajak masyarakat Kota Malang untuk puasa gadget alias gawai.

Ajakan ini merespon semakin mirisnya dekadensi moral akibat imbas negatif arus informasi yang tak berbatas.

“Sosial media yang dibangun sesungguhnya bernilai positif. Namun semakin ke sini, aspek pergunjingan mengarah pada fitnah, ujaran kebencian dan kebohongan terus berkeliaran di kehidupan kita sehari hari dan juga dicernah anak – anak kita,” kata Sutiaji saat isi kajian Subuh di Masjid Nurul Muttaqin, Rabu (16/1).

“Belum lagi konten dan ujaran pornografi yang memicu perilaku amoral. Maka ini sungguh kondisi darurat, dan pendidikan moral serta karakter harus prioritas,” imbuhnya.

Sutiaji juga kembali mengampanyekan, pentingnya pendidikan karakter. Khususnya pembelajaran non calistung untuk kelas 1 dan 2 SD.

“Bobot pembelajaran lebih ditekankan pada aspek moral, budi pekerti, etos dan budaya yang bernilai positif. Bagaimana siswa semakin sadar dan paham akan budaya antre, menghormati orang tua dan yang tua dari mereka, bersikap jujur dan memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang baik,” beber Sutiaji.

“Dan saya percaya dengan metode pembelajaran baca hitung yang makin efisien dan efektif, maka itu tidak memerlukan waktu yang bertahun- tahun,” pungkasnya. (Der/Ulm)

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Darurat Medsos, Wali Kota Malang Ajak Puasa Gawai - malangvoice"

Post a Comment

Powered by Blogger.