Search

Tempat Nongkrong di Kota Malang Ini Sajikan Suasana Rumahan - Malang Times NEWS

Suasana  Hamur saat malam hari (foto by instagram Hamur)

Suasana Hamur saat malam hari (foto by instagram Hamur)

MALANGTIMES - Siapa bilang di Kota Malang tidak bisa merasakan suasana santai di tempat tongkrongan yang asyik dengan nuansa alam yang sejuk. 

Hamur Dieng memberikan susana tempat tongkrongan yang berbeda. Seperti namanya, tempat ini berlokasi di daerah Dieng Atas, Kalisongo Kota Malang. 

Sebagai owner, Pungky Ardianto tak ingin tempatnya ini disebut kafe atau resto. 

"Hamur yo hamur, cuman tempat tongkrongan, bukan kafe, mangkanya namanya cuman Hamur Dieng" ujar pungky saat di temui sabtu 19 Januari 2019.

Setelah 3 tahun ia belajar tentang berbisnis di Tulungagung, sepulangnya di Kota Malang ia ingin membuat usaha yang berbeda. 

Hamur dibikin dengan konsep rumahan. Para tamu dimanjakan dengan suasana nongkrong layaknya nuansa rumahan. 

Dengan menu aneka macam latte yang disediakan, termasuk aneka tea, serta minuman lain dan beberapa makanan ringan paling mahal Rp 20 ribu, para tamu yang datang bus menghabiskan waktu berjam - jam untuk memenuhi kebutuhannya di sini. 

Seperti mengerjakan tugas, menyelesaikan laporan, serta beramah tamah dengan teman atau pasangan. 

Bahkan ia juga mengatakan bahwa tak harus pesan banyak untuk nongkrong lama, karena yang dia inginkan berupa kenyamanan pelanggan dengan suasana yang tenang dan nyaman untuk menyelesaikan pekerjaannya.  

"Enggak usah khawatir, pesen teh satu gelas atau minuman satu gelaspun tamu bisa nongkrong dari awal buka sampai Hamur tutup. Soalnya memang itu fasilitas yang saya berikan," ujar Pungky Ardianto.

Agar lebih bernuansa rumahan dengan suasana santai,  Pungky membangun 2 buah rumah model kuno di sebelah kanan dari ruangan utama, yang diberikan meja dan kursi. 

Selain itu, di ruangan utama, meja dan kursi yang digunakan berupa sofa dan kursi kuno ala rumahan. 

Dengan properti tersebut, pengunjung akan benar - benar merasakan suasana nongkrong serasa di rumah. 

Tak hanya sampai di situ saja, kolam mini berisi ikan hias, juga di pasangkan agar nuansa rumahan semakin terasa. 

Terdapat sebuah pohon besar yang di bawahnya dipasangkan beberapa meja dan kursi. 

Hal tersebut diberikan agar pengunjung tak hanya merasakan ketenangan, namun juga bisa merasakan udara sejuk yang berasal dari pohon langsung. 

Dari dua ruangan yang dibangun, rumah yang kecil difungsikan dulunya sebagai perpustakaan, namun sekarang untuk kegiatan - kegiatan seperti diskusi dan pameran.

"Rumah yang ada di pojok kanan itu, dulunya perpustakaan tempat tamu baca - baca,  tapi sekarang saya ubah jadi tempat diskusi dan pameran". Ujar Pungky Ardianto.

Sebagai gantinya, buku tersebut terpajang di ruang utama, sehingga pengunjung masih tetap bisa membaca buku yang ada di sini.

Hamur sendiri buka mulai jam 15.00 dan close order pada jam 23.00. 

Karena mayoritas warga di Malang adalah pelajar, pengunjung di tempat ini kebanyakan dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi. 

Selain itu Hamur didesign sedemikian rupa agar jika ada tamu yang datang sekeluarga membawa anaknya, bisa bermain di taman. 

Dan tentunya bagi yang suka berfoto selfie tempat ink juga bisa digunakan karena tempatnya yang cukup bagus. 

Cocok untuk tempat berselfie atau berfoto dengan teman atau pasangan. 

Let's block ads! (Why?)

Suasana  Hamur saat malam hari (foto by instagram Hamur)

Suasana Hamur saat malam hari (foto by instagram Hamur)

MALANGTIMES - Siapa bilang di Kota Malang tidak bisa merasakan suasana santai di tempat tongkrongan yang asyik dengan nuansa alam yang sejuk. 

Hamur Dieng memberikan susana tempat tongkrongan yang berbeda. Seperti namanya, tempat ini berlokasi di daerah Dieng Atas, Kalisongo Kota Malang. 

Sebagai owner, Pungky Ardianto tak ingin tempatnya ini disebut kafe atau resto. 

"Hamur yo hamur, cuman tempat tongkrongan, bukan kafe, mangkanya namanya cuman Hamur Dieng" ujar pungky saat di temui sabtu 19 Januari 2019.

Setelah 3 tahun ia belajar tentang berbisnis di Tulungagung, sepulangnya di Kota Malang ia ingin membuat usaha yang berbeda. 

Hamur dibikin dengan konsep rumahan. Para tamu dimanjakan dengan suasana nongkrong layaknya nuansa rumahan. 

Dengan menu aneka macam latte yang disediakan, termasuk aneka tea, serta minuman lain dan beberapa makanan ringan paling mahal Rp 20 ribu, para tamu yang datang bus menghabiskan waktu berjam - jam untuk memenuhi kebutuhannya di sini. 

Seperti mengerjakan tugas, menyelesaikan laporan, serta beramah tamah dengan teman atau pasangan. 

Bahkan ia juga mengatakan bahwa tak harus pesan banyak untuk nongkrong lama, karena yang dia inginkan berupa kenyamanan pelanggan dengan suasana yang tenang dan nyaman untuk menyelesaikan pekerjaannya.  

"Enggak usah khawatir, pesen teh satu gelas atau minuman satu gelaspun tamu bisa nongkrong dari awal buka sampai Hamur tutup. Soalnya memang itu fasilitas yang saya berikan," ujar Pungky Ardianto.

Agar lebih bernuansa rumahan dengan suasana santai,  Pungky membangun 2 buah rumah model kuno di sebelah kanan dari ruangan utama, yang diberikan meja dan kursi. 

Selain itu, di ruangan utama, meja dan kursi yang digunakan berupa sofa dan kursi kuno ala rumahan. 

Dengan properti tersebut, pengunjung akan benar - benar merasakan suasana nongkrong serasa di rumah. 

Tak hanya sampai di situ saja, kolam mini berisi ikan hias, juga di pasangkan agar nuansa rumahan semakin terasa. 

Terdapat sebuah pohon besar yang di bawahnya dipasangkan beberapa meja dan kursi. 

Hal tersebut diberikan agar pengunjung tak hanya merasakan ketenangan, namun juga bisa merasakan udara sejuk yang berasal dari pohon langsung. 

Dari dua ruangan yang dibangun, rumah yang kecil difungsikan dulunya sebagai perpustakaan, namun sekarang untuk kegiatan - kegiatan seperti diskusi dan pameran.

"Rumah yang ada di pojok kanan itu, dulunya perpustakaan tempat tamu baca - baca,  tapi sekarang saya ubah jadi tempat diskusi dan pameran". Ujar Pungky Ardianto.

Sebagai gantinya, buku tersebut terpajang di ruang utama, sehingga pengunjung masih tetap bisa membaca buku yang ada di sini.

Hamur sendiri buka mulai jam 15.00 dan close order pada jam 23.00. 

Karena mayoritas warga di Malang adalah pelajar, pengunjung di tempat ini kebanyakan dari kalangan mahasiswa dan mahasiswi. 

Selain itu Hamur didesign sedemikian rupa agar jika ada tamu yang datang sekeluarga membawa anaknya, bisa bermain di taman. 

Dan tentunya bagi yang suka berfoto selfie tempat ink juga bisa digunakan karena tempatnya yang cukup bagus. 

Cocok untuk tempat berselfie atau berfoto dengan teman atau pasangan. 

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Tempat Nongkrong di Kota Malang Ini Sajikan Suasana Rumahan - Malang Times NEWS"

Post a Comment

Powered by Blogger.