Search

Jaring Suara, Politkus Muda di Malang Manfaatkan 'Barisan ...

JawaPos.com - Ahmad Irawan, laki-laki yang saat ini berusia 29 tahun disebut-sebut sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD RI termuda di Indonesia.

Caleg dari Partai Golkar ini, maju untuk memperebutkan kursi dari daerah pemilihan (dapil) V Malang Raya. "Yang tergolong masih muda memang ada, tapi yang termuda saya," katanya, ditemui di Ahmad Irawan Center (AIC), Senin (20/8).

Ahmad menjelaskan, pada Pileg 2019 mendatang, dirinya akan menjaring suara dari generasi Milenial di wilayah Malang Raya. Namun, Wakil Bendahara Umum PP AMPG Golkar ini tak menampik, persaingan di Malang cukup ketat.

Karena, dirinya harus bersaing dengan caleg-caleg incumbent yang sudah terkenal di tengah masyarakat dan kembali mencalonkan diri. "Memang persaingan ketat, tapi saya yakin bisa jaring suara," kata alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

Dirinya mengaku, sudah melakukan pendekatan ke masyarakat dan turun langsung ke tengah mereka untuk menjaring aspirasi. Hasilnya, ada warga yang kurang puas dengan kinerja eksekutif ataupun legislatif.

"Mereka ingin sesuatu yang baru. Karena merasa kecewa dengan eksekutif dan legislatif sekarang," kata laki-laki berlatar belakang pengacara itu.

Berbekal itu, dia yakin mampu mendulang suara. Apalagi lanjut dia, Kabupaten Malang saja punya 390 desa. Setiap desa terdapat setidaknya 6 ribu hingga 8 ribu pemilih. Dalam hitungan Ahmad, jika dia mampu mendulang 1.000 saja suara per desa, maka posisinya akan aman.

"Penyebaran suara ada di desa. Warga desa pingin orang baru. Optimis pokoknya," tegasnya.

(tik/JPC)

Let's block ads! (Why?)

JawaPos.com - Ahmad Irawan, laki-laki yang saat ini berusia 29 tahun disebut-sebut sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD RI termuda di Indonesia.

Caleg dari Partai Golkar ini, maju untuk memperebutkan kursi dari daerah pemilihan (dapil) V Malang Raya. "Yang tergolong masih muda memang ada, tapi yang termuda saya," katanya, ditemui di Ahmad Irawan Center (AIC), Senin (20/8).

Ahmad menjelaskan, pada Pileg 2019 mendatang, dirinya akan menjaring suara dari generasi Milenial di wilayah Malang Raya. Namun, Wakil Bendahara Umum PP AMPG Golkar ini tak menampik, persaingan di Malang cukup ketat.

Karena, dirinya harus bersaing dengan caleg-caleg incumbent yang sudah terkenal di tengah masyarakat dan kembali mencalonkan diri. "Memang persaingan ketat, tapi saya yakin bisa jaring suara," kata alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

Dirinya mengaku, sudah melakukan pendekatan ke masyarakat dan turun langsung ke tengah mereka untuk menjaring aspirasi. Hasilnya, ada warga yang kurang puas dengan kinerja eksekutif ataupun legislatif.

"Mereka ingin sesuatu yang baru. Karena merasa kecewa dengan eksekutif dan legislatif sekarang," kata laki-laki berlatar belakang pengacara itu.

Berbekal itu, dia yakin mampu mendulang suara. Apalagi lanjut dia, Kabupaten Malang saja punya 390 desa. Setiap desa terdapat setidaknya 6 ribu hingga 8 ribu pemilih. Dalam hitungan Ahmad, jika dia mampu mendulang 1.000 saja suara per desa, maka posisinya akan aman.

"Penyebaran suara ada di desa. Warga desa pingin orang baru. Optimis pokoknya," tegasnya.

(tik/JPC)

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Jaring Suara, Politkus Muda di Malang Manfaatkan 'Barisan ..."

Post a Comment

Powered by Blogger.