Search

Melawan Petugas dengan Sajam, Buronan di Malang Ditembak Polisi

JawaPos.com - Ali Mukhtarom alias Tarom, 42, terpaksa harus beraktivitas di atas kursi roda. Sementara kaki kirinya tampak dibebat dengan perban putih. 

Tarom terpaksa dihadiahi timah panas oleh anggota Satreskrim Polres Malang. Ini karena, dia melawan petugas dengan mencoba menghunuskan senjata tajam saat akan ditangkap petugas. 

Beruntung tidak ada anggota polisi yang terluka. Serangan Tarom luput. Karena melawan, petugas menembak kakinya dengan tiga timah panas. Warga Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang itu diketahui merupakan buronan kasus perampasan dan pencurian.

"Tersangka ditembak karena melawan dan berusaha melarikan diri," kata Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska saat rilis, Kamis (30/8). 

Ada lima TKP aksi kejahatannya. Yakni di wilayah Kecamatan Wajak, Bululawang, Turen serta Dampit. Ketika beraksi, dia tidak sendirian. Melainkan dengan dua rekannya. Di Kecamatan Wajak, tersangka Tarom bersama pelaku lainnya merampas tas milik seorang warga di Pasar Wajak, 12 Maret 2018 lalu.

Modusnya dengan mengancam korbannya menggunakan senjata tajam. Kemudian, di Kecamatan Dampit, Tarom merampas tas di Jalan Raya Amadanom, pada 31 Desember 2016. Kemudian, merampas sepeda motor Honda Beat di Jalan Pamotan, pada 4 Januari 2017. Modusnya sama dengan mengancam korbannya menggunakan sajam. 

Lokasi di Kecamatan Bululawang, tersangka Tarom melakukan kasus perampokan pada 20 Januari 2015. Terakhir melakukan pencurian dengan pemberatan di Jalan Kedok Pesantren, Desa Kedok, Turen pada 25 Juli 2018.

Laki-laki berbadan gempal itu berhasil menggondol beberapa barang berharga senilai Rp 40 juta. Diantaranya adalah perhiasan emas, beberapa HP, laptop, uang tunai Rp 8,5 juta dan beberapa barang lainnya. Termasuk uang dolar Australia dan Singapura. 

"Dia beraksi bersama dua orang temannya. Satu temannya sudah tertangkap, sementara satu pelaku lagi masih buron," imbuh Aska. 

Sementara, untuk modus pencurian, dia lakukan dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban dengan menggunakan linggis. Kemudian masuk ke dalam kamar dan ruang tamu untuk mengambil beberapa barang. Cara ini juga dilakukan untuk kabur. 

"Hasilnya kami bagi rata dan uang hasil pembagian habis untuk kebutuhan sehari-hari," bebernya.

(tik/JPC)

Let's block ads! (Why?)

JawaPos.com - Ali Mukhtarom alias Tarom, 42, terpaksa harus beraktivitas di atas kursi roda. Sementara kaki kirinya tampak dibebat dengan perban putih. 

Tarom terpaksa dihadiahi timah panas oleh anggota Satreskrim Polres Malang. Ini karena, dia melawan petugas dengan mencoba menghunuskan senjata tajam saat akan ditangkap petugas. 

Beruntung tidak ada anggota polisi yang terluka. Serangan Tarom luput. Karena melawan, petugas menembak kakinya dengan tiga timah panas. Warga Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang itu diketahui merupakan buronan kasus perampasan dan pencurian.

"Tersangka ditembak karena melawan dan berusaha melarikan diri," kata Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska saat rilis, Kamis (30/8). 

Ada lima TKP aksi kejahatannya. Yakni di wilayah Kecamatan Wajak, Bululawang, Turen serta Dampit. Ketika beraksi, dia tidak sendirian. Melainkan dengan dua rekannya. Di Kecamatan Wajak, tersangka Tarom bersama pelaku lainnya merampas tas milik seorang warga di Pasar Wajak, 12 Maret 2018 lalu.

Modusnya dengan mengancam korbannya menggunakan senjata tajam. Kemudian, di Kecamatan Dampit, Tarom merampas tas di Jalan Raya Amadanom, pada 31 Desember 2016. Kemudian, merampas sepeda motor Honda Beat di Jalan Pamotan, pada 4 Januari 2017. Modusnya sama dengan mengancam korbannya menggunakan sajam. 

Lokasi di Kecamatan Bululawang, tersangka Tarom melakukan kasus perampokan pada 20 Januari 2015. Terakhir melakukan pencurian dengan pemberatan di Jalan Kedok Pesantren, Desa Kedok, Turen pada 25 Juli 2018.

Laki-laki berbadan gempal itu berhasil menggondol beberapa barang berharga senilai Rp 40 juta. Diantaranya adalah perhiasan emas, beberapa HP, laptop, uang tunai Rp 8,5 juta dan beberapa barang lainnya. Termasuk uang dolar Australia dan Singapura. 

"Dia beraksi bersama dua orang temannya. Satu temannya sudah tertangkap, sementara satu pelaku lagi masih buron," imbuh Aska. 

Sementara, untuk modus pencurian, dia lakukan dengan cara mencongkel pintu belakang rumah korban dengan menggunakan linggis. Kemudian masuk ke dalam kamar dan ruang tamu untuk mengambil beberapa barang. Cara ini juga dilakukan untuk kabur. 

"Hasilnya kami bagi rata dan uang hasil pembagian habis untuk kebutuhan sehari-hari," bebernya.

(tik/JPC)

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Melawan Petugas dengan Sajam, Buronan di Malang Ditembak Polisi"

Post a Comment

Powered by Blogger.