Search

Kabupaten Malang Berupaya Pertahankan Populasi Ternak Sapi

SURYAMALANG, KEPANJEN - Pemkab Malang berupaya mempertahankan populasi ternak sapi terbesar tingkat Daerah Kabupaten di Indonesia. Pasalnya, dengan tingkat populasi mencapai 234 ribu ekor sapi perah dan sapi potong menjadikan Kabupaten Malang penyumbang terbesar susu sapi dan daging sapi kategori daerah Kabupaten di Indonesia.

Bupati Malang, Rendra Kresna mengatakan, untuk produksi susu yang dihasilkan peternak sapi perah ataupun perusahaan ternak sapi perah yang ada di Kabupaten Malang cukup besar. Seperti susu sapi perah yang dihasilkan Koperasi SAE Pujon mencapai 90 ton susu perhari. Demikian juga dengan perusahaan ternak sapi perah Greenfield Malang yang menghasilkan sekitar 270 ton susu per harinya.

"Itu belum dari peternak lain yang hampir ada di setiap kecamatan di Kabupaten Malang," kata Rendra Kresna.

Setidaknya, menurut Rendra Kresna, dari peternak sapi perah di Kabupaten Malang setiap hari bisa menghasilkan susu sapi kisaran 350 ton sampai 400 ton setiap hari. Untuk itu, Kabupaten Malang menjadi daerah penghasil susu sapi dalam jumlah besar di Indonesia.

Hasil produksi susu sapi tersebut harus tetap bisa ditingkatkan seiring program pembinaan dan pendampingan yang terus dilakukan Pemkab Malang kepada peternak sapi perah. Biasanya untuk satu ekor sapi perah milik masyarakat saat ini menghasilkan 10 - 15 liter susu perhari.

Ke depan, setidaknya bisa menyamai produksi susu sapi perah dari perusahaan Greenfield yang mencapai kisaran 29 liter per hari untuk satu ekor sapi.

"Tentunya dengan pembinaan kepada peternak yang semakin diintensifkan kami optimis produksi susu sapi perah dari peternak biasa bisa ditingkatkan," ujar Rendra Kresna.

Demikian halnya dengan hasil daging sapi dari peternakan di Kabupaten Malang, ungkap Rendra Kresna, juga menjadi yang terbesar tingkat daerah Kabupaten di Indonesia. Untuk itu, Pemkab Malang selalu memberikan fasilitas dan pendampingan kepada para peternak sapi potong. Dimana Peternak terus diberikan pembinaan dan pelatihan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ternak sapi potong semakin baik.

Memang, diakui Rendra Kresna, majunya peternakan di Kabupaten Malang tidak luput dari kerja keras Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang. Untuk itu, melalui DPKH pula pihaknya akan terus mendorong serta memberikan fasilitas serta dampingan terhadap peternak.

"Seperti menggelar kontes ternak sapi potong, seolah kegiatan itu menjadi unjuk keberhasilan peternak dalam memelihara ternak sapi sehingga memiliki bobot yang tinggi dan tetnunya bisa menghasilkan daging sapi cukup banyak dan berkualitas untuk masyarakat," ucap Rendra.

Sementara Kepala DPKH Kabupaten Malang Nurcahyo mengatakan, pameran atau kontes ternak menjadi salah satu kiat pihaknya. Melalui pameran ternak, peternak dirangsang untuk terus lebih giat memelihara hewan ternaknya.

"Beternak sapi selain sebagai mata pencaharian sehari-hari, juga bisa mengambil keuntungan dari mengikuti kegiatan kontes. Harga ternak menjadi juara memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding yang hanya dipelihara untuk konsumsi saja," tutur Nurcahyo.

Let's block ads! (Why?)

SURYAMALANG, KEPANJEN - Pemkab Malang berupaya mempertahankan populasi ternak sapi terbesar tingkat Daerah Kabupaten di Indonesia. Pasalnya, dengan tingkat populasi mencapai 234 ribu ekor sapi perah dan sapi potong menjadikan Kabupaten Malang penyumbang terbesar susu sapi dan daging sapi kategori daerah Kabupaten di Indonesia.

Bupati Malang, Rendra Kresna mengatakan, untuk produksi susu yang dihasilkan peternak sapi perah ataupun perusahaan ternak sapi perah yang ada di Kabupaten Malang cukup besar. Seperti susu sapi perah yang dihasilkan Koperasi SAE Pujon mencapai 90 ton susu perhari. Demikian juga dengan perusahaan ternak sapi perah Greenfield Malang yang menghasilkan sekitar 270 ton susu per harinya.

"Itu belum dari peternak lain yang hampir ada di setiap kecamatan di Kabupaten Malang," kata Rendra Kresna.

Setidaknya, menurut Rendra Kresna, dari peternak sapi perah di Kabupaten Malang setiap hari bisa menghasilkan susu sapi kisaran 350 ton sampai 400 ton setiap hari. Untuk itu, Kabupaten Malang menjadi daerah penghasil susu sapi dalam jumlah besar di Indonesia.

Hasil produksi susu sapi tersebut harus tetap bisa ditingkatkan seiring program pembinaan dan pendampingan yang terus dilakukan Pemkab Malang kepada peternak sapi perah. Biasanya untuk satu ekor sapi perah milik masyarakat saat ini menghasilkan 10 - 15 liter susu perhari.

Ke depan, setidaknya bisa menyamai produksi susu sapi perah dari perusahaan Greenfield yang mencapai kisaran 29 liter per hari untuk satu ekor sapi.

"Tentunya dengan pembinaan kepada peternak yang semakin diintensifkan kami optimis produksi susu sapi perah dari peternak biasa bisa ditingkatkan," ujar Rendra Kresna.

Demikian halnya dengan hasil daging sapi dari peternakan di Kabupaten Malang, ungkap Rendra Kresna, juga menjadi yang terbesar tingkat daerah Kabupaten di Indonesia. Untuk itu, Pemkab Malang selalu memberikan fasilitas dan pendampingan kepada para peternak sapi potong. Dimana Peternak terus diberikan pembinaan dan pelatihan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ternak sapi potong semakin baik.

Memang, diakui Rendra Kresna, majunya peternakan di Kabupaten Malang tidak luput dari kerja keras Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang. Untuk itu, melalui DPKH pula pihaknya akan terus mendorong serta memberikan fasilitas serta dampingan terhadap peternak.

"Seperti menggelar kontes ternak sapi potong, seolah kegiatan itu menjadi unjuk keberhasilan peternak dalam memelihara ternak sapi sehingga memiliki bobot yang tinggi dan tetnunya bisa menghasilkan daging sapi cukup banyak dan berkualitas untuk masyarakat," ucap Rendra.

Sementara Kepala DPKH Kabupaten Malang Nurcahyo mengatakan, pameran atau kontes ternak menjadi salah satu kiat pihaknya. Melalui pameran ternak, peternak dirangsang untuk terus lebih giat memelihara hewan ternaknya.

"Beternak sapi selain sebagai mata pencaharian sehari-hari, juga bisa mengambil keuntungan dari mengikuti kegiatan kontes. Harga ternak menjadi juara memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding yang hanya dipelihara untuk konsumsi saja," tutur Nurcahyo.

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Kabupaten Malang Berupaya Pertahankan Populasi Ternak Sapi"

Post a Comment

Powered by Blogger.