Search

Trembesi, Kenari, dan Beringin, Pohon Heritage Kota Malang

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kota Malang memiliki tiga jenis pohon bernilai heritage. Ketiganya adalah trembesi (Samanea saman / rain tree), kenari (Canarium), dan beringin (Ficus benjamina).

Plt Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, Kota Malang dikenal dengan nilai heritagenya. "Ternyata heritage itu tidak hanya bangunan, tetapi pohon bisa bernilai heritage juga. Bahkan berdasarkan penelitian sejumlah komunitas heritage, Kota Malang ini memiliki tiga jenis pohon bernilai heritage yakni trembesi, kenari, dan beringin," ujar Sutiaji kepada awak media usai membuka Festival Kendaraan Hias Kota Malang 2018, Minggu (19/8/2018).

Karenanya, Sutiaji menginstruksikan kepada dinas terkait, supaya ketiga jenis pohon untuk bisa dijadikan sebagai salah satu literasi pariwisata, bahkan bisa menjadi kunjungan wisatawan. "Pohon heritage, pohon yang berusia tua itu bagaimana dinarasikan sehingga bisa menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Apalagi wisatawan mancanegara ini sangat suka membaca, jadi kalau dinarasikan tentu akan menarik mereka," ujar Sutiaji.

Sutiaji menegaskan, Kota Malang memiliki pohon trembesi yang berusia lebih dari 100 tahun. Pohon trembesi berusia tua bisa dilihat di Jl Tugu. Dari pengamatan Surya, ada sekitar 21 pohon trembesi yang mengelilingi Jl Tugu. Beberapa di antaranya berusia tua, seperti yang berada di depan Hotel Tugu maupun DPRD Kota Malang.

Di depan Hotel Tugu terdapat sebuah tiang story line tentang pohon trembesi. Pohon itu, disebut sebagai Pohon Pusaka, ditanam di tahun 1927 atau berbarengan dengan dibangunnya Balai Kota Malang. Penanaman pohon itu juga sebagai penanda dipindahkannya pusat pemerintahan Kota Malang dari Alun-ALun Kotak ke Alun-Alun Bundar Tugu.

Hingga saat ini, puluhan pohon trembesi itu masih menaungi kawasan Tugu.

Selain pohon trembesi, Kota Malang juga memiliki puluhan pohon kenari. Menurut Sutiaji Kota Malang menempati rangking pertama sebagai kota yang memiliki jumlah pohon kenari terbanyak di Indonesia. Kota Malang memiliki 145 pohon kenari.

Pohon kenari di Kota Malang bisa ditemukan berderet di kanan dan kiri Jl Diponegoro. Beberapa warga sekitar Jl Diponegoro menuturkan pohon kenari itu ditanam sejak era kolonialisme Belanda. Pohon kenari itu hingga kini masih tegak berdiri dan berbuah. Buah kenari itu kerap diburu oleh sejumlah warga.

Sementara pohon beringin tua bisa ditemukan di Alun-Alun Kotak Kota Malang. Pohon beringin ini sudah ada sejak Alun-Alun Kotak atau kini dikenal dengan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Alun-Alun Kotak merupakan alun-alun sejak Kota Malang belum ditata menjadi sebuah kota praja atau kota madya.

Sutiaji menegaskan, pengelolaan pohon heritage sebagai salah satu destinasi wisata bisa menjadi ikon Kota Malang. Dia berharap hal itu bisa ikut mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Malang, selain juga bangunan heritage yang masih berdiri di Kota Malang.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menegaskan, beberapa pohon berusia tua sudah memiliki story line. "Dan mulai tahun ini, setiap tahun kami akan menetapkan 20 cagar budaya, baik bangunan maupun benda. Termasuk di dalamnya nanti dilengkapi dengan story line. Pohon nanti bisa juga diberi story line berbahasa Indonesia dan Inggris," ujar Ida Ayu.

Let's block ads! (Why?)

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kota Malang memiliki tiga jenis pohon bernilai heritage. Ketiganya adalah trembesi (Samanea saman / rain tree), kenari (Canarium), dan beringin (Ficus benjamina).

Plt Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, Kota Malang dikenal dengan nilai heritagenya. "Ternyata heritage itu tidak hanya bangunan, tetapi pohon bisa bernilai heritage juga. Bahkan berdasarkan penelitian sejumlah komunitas heritage, Kota Malang ini memiliki tiga jenis pohon bernilai heritage yakni trembesi, kenari, dan beringin," ujar Sutiaji kepada awak media usai membuka Festival Kendaraan Hias Kota Malang 2018, Minggu (19/8/2018).

Karenanya, Sutiaji menginstruksikan kepada dinas terkait, supaya ketiga jenis pohon untuk bisa dijadikan sebagai salah satu literasi pariwisata, bahkan bisa menjadi kunjungan wisatawan. "Pohon heritage, pohon yang berusia tua itu bagaimana dinarasikan sehingga bisa menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Apalagi wisatawan mancanegara ini sangat suka membaca, jadi kalau dinarasikan tentu akan menarik mereka," ujar Sutiaji.

Sutiaji menegaskan, Kota Malang memiliki pohon trembesi yang berusia lebih dari 100 tahun. Pohon trembesi berusia tua bisa dilihat di Jl Tugu. Dari pengamatan Surya, ada sekitar 21 pohon trembesi yang mengelilingi Jl Tugu. Beberapa di antaranya berusia tua, seperti yang berada di depan Hotel Tugu maupun DPRD Kota Malang.

Di depan Hotel Tugu terdapat sebuah tiang story line tentang pohon trembesi. Pohon itu, disebut sebagai Pohon Pusaka, ditanam di tahun 1927 atau berbarengan dengan dibangunnya Balai Kota Malang. Penanaman pohon itu juga sebagai penanda dipindahkannya pusat pemerintahan Kota Malang dari Alun-ALun Kotak ke Alun-Alun Bundar Tugu.

Hingga saat ini, puluhan pohon trembesi itu masih menaungi kawasan Tugu.

Selain pohon trembesi, Kota Malang juga memiliki puluhan pohon kenari. Menurut Sutiaji Kota Malang menempati rangking pertama sebagai kota yang memiliki jumlah pohon kenari terbanyak di Indonesia. Kota Malang memiliki 145 pohon kenari.

Pohon kenari di Kota Malang bisa ditemukan berderet di kanan dan kiri Jl Diponegoro. Beberapa warga sekitar Jl Diponegoro menuturkan pohon kenari itu ditanam sejak era kolonialisme Belanda. Pohon kenari itu hingga kini masih tegak berdiri dan berbuah. Buah kenari itu kerap diburu oleh sejumlah warga.

Sementara pohon beringin tua bisa ditemukan di Alun-Alun Kotak Kota Malang. Pohon beringin ini sudah ada sejak Alun-Alun Kotak atau kini dikenal dengan Alun-Alun Merdeka Kota Malang. Alun-Alun Kotak merupakan alun-alun sejak Kota Malang belum ditata menjadi sebuah kota praja atau kota madya.

Sutiaji menegaskan, pengelolaan pohon heritage sebagai salah satu destinasi wisata bisa menjadi ikon Kota Malang. Dia berharap hal itu bisa ikut mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Malang, selain juga bangunan heritage yang masih berdiri di Kota Malang.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menegaskan, beberapa pohon berusia tua sudah memiliki story line. "Dan mulai tahun ini, setiap tahun kami akan menetapkan 20 cagar budaya, baik bangunan maupun benda. Termasuk di dalamnya nanti dilengkapi dengan story line. Pohon nanti bisa juga diberi story line berbahasa Indonesia dan Inggris," ujar Ida Ayu.

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Trembesi, Kenari, dan Beringin, Pohon Heritage Kota Malang"

Post a Comment

Powered by Blogger.