Search

Hadiri Haul KH Hasyim Muzadi di Malang, Khofifah Teringat Pesan ...

SURYA.co.id | MALANG - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menghadiri Haul Pertama Kiai Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Minggu (18/3/2018).

Pengajian yang digelar untuk memperingati satu tahun wafatnya mantan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU masa jabatan 1999-2010 tersebut juga didatangi ribuan santri dan tokoh kiai besar.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan kesannya sembari mengenang sosok KH Hasyim Muzadi.

"Beliau dari segi pemahaman NU sangat tinggi. Terutama terkait bagaimana format pergerakan NU. Tidak mudah mencari figur tokoh pejuang NU yang pemahamannya sedalam dan seluas beliau," kata Khofifah.

Menurutnya, pemahaman dan kedalaman almarhum KH Hasyim Muzadi pada NU patut menjadi teladan.

"Beliau harus dijadikan referensi keteladanan bagi seluruh aktivis NU semua lini, karena memang beliau memulai dari lini paling bawah sampai menjadi pengurus besar," sambungnya.

Menurut Khofifah, ia sering melihat Kiai Hasyim Muzadi berpikir out of the box, bahkan melampaui skala berpikir wilayah PBNU. Kiai Hasyim, lanjutnya, adalah sosok yang mampu membangun komunikasi, baik internal maupun antarumat beragama.

"Kalau ada konflik di berbagai wilayah, termasuk luar negeri seperti Lebanon, beliau dipanggil untuk menyeleaaikan. Beliau sudah melakukan fungsi pendamai, baik intern maupun antarumat beragama di banyak negara," puji Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Pihaknya berharap ke depan Allah akan memberikan anugrah agar dilahirkan sosok seperti Kiai Hasyim Muzadi yang bisa menjadi referensi dan pion Islam rahmatan lil alamin.

Tidak hanya itu, salah satu yang juga ia ingat tentang sosok Kiai Hasyim adalah tentang pesan beliau untuk menajga persatuan umat.

"Beliau membawa kadernya bisa memahami nilai moderanisasi, at tawazun, mengajak siapapun agar tidak terjebak dalam radikalisme, membangun keseimbangan kanan dan kiri," jelasnya.

Memang tidak mudah berpretensi negatif pada sesuatu yang berbeda pikiran dan jalan pergerakan. Namun, dikatakan Khofifah, beliau selalu mengajarkan untuk membangun masyarakat yanh baik.

"Seminggu sebelum beliau wafat, saya sowan ke sini, beliau sampaikan jangan lupa oyot, NU akar. Akarnya adalah bagaimana membangun moderasi tolerasi dan keseimbangan. Kalau kita membangun moderenisasi dan keseimbangan maka persatuan umat akan terjaga, begitu pesan beliau," pungkas Khofifah.

Dalam menghadiri haul Kiai Hasyim Muzadi ini, Khofifah juga didampingi oleh istri cawagub Jawa Timur nomor urut 1, Arumi Bachsin. 

Let's block ads! (Why?)

SURYA.co.id | MALANG - Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menghadiri Haul Pertama Kiai Hasyim Muzadi di Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Minggu (18/3/2018).

Pengajian yang digelar untuk memperingati satu tahun wafatnya mantan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU masa jabatan 1999-2010 tersebut juga didatangi ribuan santri dan tokoh kiai besar.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan kesannya sembari mengenang sosok KH Hasyim Muzadi.

"Beliau dari segi pemahaman NU sangat tinggi. Terutama terkait bagaimana format pergerakan NU. Tidak mudah mencari figur tokoh pejuang NU yang pemahamannya sedalam dan seluas beliau," kata Khofifah.

Menurutnya, pemahaman dan kedalaman almarhum KH Hasyim Muzadi pada NU patut menjadi teladan.

"Beliau harus dijadikan referensi keteladanan bagi seluruh aktivis NU semua lini, karena memang beliau memulai dari lini paling bawah sampai menjadi pengurus besar," sambungnya.

Menurut Khofifah, ia sering melihat Kiai Hasyim Muzadi berpikir out of the box, bahkan melampaui skala berpikir wilayah PBNU. Kiai Hasyim, lanjutnya, adalah sosok yang mampu membangun komunikasi, baik internal maupun antarumat beragama.

"Kalau ada konflik di berbagai wilayah, termasuk luar negeri seperti Lebanon, beliau dipanggil untuk menyeleaaikan. Beliau sudah melakukan fungsi pendamai, baik intern maupun antarumat beragama di banyak negara," puji Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Pihaknya berharap ke depan Allah akan memberikan anugrah agar dilahirkan sosok seperti Kiai Hasyim Muzadi yang bisa menjadi referensi dan pion Islam rahmatan lil alamin.

Tidak hanya itu, salah satu yang juga ia ingat tentang sosok Kiai Hasyim adalah tentang pesan beliau untuk menajga persatuan umat.

"Beliau membawa kadernya bisa memahami nilai moderanisasi, at tawazun, mengajak siapapun agar tidak terjebak dalam radikalisme, membangun keseimbangan kanan dan kiri," jelasnya.

Memang tidak mudah berpretensi negatif pada sesuatu yang berbeda pikiran dan jalan pergerakan. Namun, dikatakan Khofifah, beliau selalu mengajarkan untuk membangun masyarakat yanh baik.

"Seminggu sebelum beliau wafat, saya sowan ke sini, beliau sampaikan jangan lupa oyot, NU akar. Akarnya adalah bagaimana membangun moderasi tolerasi dan keseimbangan. Kalau kita membangun moderenisasi dan keseimbangan maka persatuan umat akan terjaga, begitu pesan beliau," pungkas Khofifah.

Dalam menghadiri haul Kiai Hasyim Muzadi ini, Khofifah juga didampingi oleh istri cawagub Jawa Timur nomor urut 1, Arumi Bachsin. 

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Hadiri Haul KH Hasyim Muzadi di Malang, Khofifah Teringat Pesan ..."

Post a Comment

Powered by Blogger.