Search

Jameela Desak Pemkot Malang Gratiskan Biaya Visum Vaglna ...

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Aktivis perempuan di Kota Malang meminta keseriusan pemerintah daerah dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hal inilah yang banyak dilontarkan oleh sejumlah aktivis perempuan, juga korban kekerasan dalam diskusi memperingati Hari Perempuan Internasional 2018 (International Women's Day/IWD) oleh Women Crisis Center (WCC) Dian Mutiara Malang, Kamis (8/3/2018).

Dikusi publik itu melibatkan sejumlah anggota dari Jaringan Kerja Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (Jangkar PKtPA).

Mereka antara lain pendamping kasus kekerasan, pendamping komunitas, juga ada beberapa orang korban kekerasan dalam rumah tangga.

Menurut Konselor WCC Dian Mutiara, Maryam Jameela, mereka juga mengundang para calon wali kota.

"Kami mengundang tiga calon wali kota. Yang datang Pak Sutiaji dan Bu Nanda (Yaqud Ananda Gudban). Pak Anton tidak datang," ujar Mila, panggilan akrabnya.

Namun Nanda tidak mengikuti keseluruhan acara dan hanya Sutiaji yang mengikuti acara dan berdialog dengan peserta diskusi hingga selesai.

Mila menuturkan sengaja mengundang calon wali kota supaya mereka mendengar keluhan para perempuan di Kota Malang.

"Mungkin sepertinya terlihat baik-baik saja, tetapi nyatanya tidak baik. Karena masih ada kasus kekerasan terjadi, kami hampir tiap hari menerima pengaduan. Juga masih belum amannya ruang publik di Kota Malang. Kami berharap para calon pemimpin Kota Malang itu mendengar keluhan dan aspirasi para perempuan ini," tegas Mila.

Para calon wali kota itu diundang mengingat saat ini tahun politik atau masa Pilkada. Para calon kepala daerah itu, tegas Mila, harus mendengar dan mengetahui kebutuhan kelompok perempuan ini.

Let's block ads! (Why?)

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Aktivis perempuan di Kota Malang meminta keseriusan pemerintah daerah dalam menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hal inilah yang banyak dilontarkan oleh sejumlah aktivis perempuan, juga korban kekerasan dalam diskusi memperingati Hari Perempuan Internasional 2018 (International Women's Day/IWD) oleh Women Crisis Center (WCC) Dian Mutiara Malang, Kamis (8/3/2018).

Dikusi publik itu melibatkan sejumlah anggota dari Jaringan Kerja Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (Jangkar PKtPA).

Mereka antara lain pendamping kasus kekerasan, pendamping komunitas, juga ada beberapa orang korban kekerasan dalam rumah tangga.

Menurut Konselor WCC Dian Mutiara, Maryam Jameela, mereka juga mengundang para calon wali kota.

"Kami mengundang tiga calon wali kota. Yang datang Pak Sutiaji dan Bu Nanda (Yaqud Ananda Gudban). Pak Anton tidak datang," ujar Mila, panggilan akrabnya.

Namun Nanda tidak mengikuti keseluruhan acara dan hanya Sutiaji yang mengikuti acara dan berdialog dengan peserta diskusi hingga selesai.

Mila menuturkan sengaja mengundang calon wali kota supaya mereka mendengar keluhan para perempuan di Kota Malang.

"Mungkin sepertinya terlihat baik-baik saja, tetapi nyatanya tidak baik. Karena masih ada kasus kekerasan terjadi, kami hampir tiap hari menerima pengaduan. Juga masih belum amannya ruang publik di Kota Malang. Kami berharap para calon pemimpin Kota Malang itu mendengar keluhan dan aspirasi para perempuan ini," tegas Mila.

Para calon wali kota itu diundang mengingat saat ini tahun politik atau masa Pilkada. Para calon kepala daerah itu, tegas Mila, harus mendengar dan mengetahui kebutuhan kelompok perempuan ini.

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Jameela Desak Pemkot Malang Gratiskan Biaya Visum Vaglna ..."

Post a Comment

Powered by Blogger.