Search

Drama Penculikan Siswa oleh Guru MI di Malang

Malang - Polisi masih mendalami kasus penculikan yang dilakukan oleh Sobirin (44), seorang guru MI di Pakisaji Malang. Tidak hanya membawa kabur muridnya berinisial LB ke Lembah Pani, Sobirin ternyata juga sempat mengancam dan menampar korban.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda menjelaskan, tersangka mengancam akan meninggalkan korban di hutan.

"Jika korban tidak ikut naik ke atas, tersangka akan meninggalkan LB di hutan selama sebulan," kata Adrian kepada JawaPos.com, Minggu petang, 23 September 2018.

Salah seorang sumber JawaPos.com di internal kepolisian menceritakan, LB sempat menangis. Dia meminta Sobirin agar mengantarnya pulang. Namun, permintaan itu tidak digubris oleh gurunya. Sobirin tetap mengajak LB ke Poncokusumo.

Sobirin kemudian mengajak LB ke sungai yang ada di kawasan Poncokusumo. Tak lama kemudian, mereka kembali ke rumah kerabat Sobirin yang sebelumnya dijadikan tempat singgah.

Di sana, LB terus saja menangis. Bahkan, dia menolak makanan dan minuman yang diberikan tuan rumah. Demikian pula ketika korban diberi uang untuk jajan, penghobi musik itu tetap menangis dan meminta pulang.

Tidak mengindahkan permintaan siswa kelas IV itu, ia justru mengajak korban ke tengah hutan yang berada di Poncokusumo, Malang. Setelahnya, guru MI mengajak korban berjalan menyusuri hutan.

Di tengah hutan, Sobirin mendirikan tenda untuk istirahat. Dia berjanji, jika LB menurut padanya, akan dipulangkan Senin. "Korban bahkan ditampar mulutnya oleh pelaku karena terus merengek pulang," ungkap sumber internal kepolisian tersebut.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan LB, saat berada di Lembah Pani dia hanya mengenakan seragam putih merah. Seragam itu pula yang dikenakannya saat Sobirin menjemput di kelas, Rabu, 19 September 2018.

Di lembah yang jauh dari jangkauan manusia tersebut, LB dan Sobirin hanya mengonsumsi mi instan yang dibawa oleh tersangka selama tiga hari dua malam.

Baca berita menarik JawaPos.com lainnya di sini.

Let's block ads! (Why?)

Malang - Polisi masih mendalami kasus penculikan yang dilakukan oleh Sobirin (44), seorang guru MI di Pakisaji Malang. Tidak hanya membawa kabur muridnya berinisial LB ke Lembah Pani, Sobirin ternyata juga sempat mengancam dan menampar korban.

Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda menjelaskan, tersangka mengancam akan meninggalkan korban di hutan.

"Jika korban tidak ikut naik ke atas, tersangka akan meninggalkan LB di hutan selama sebulan," kata Adrian kepada JawaPos.com, Minggu petang, 23 September 2018.

Salah seorang sumber JawaPos.com di internal kepolisian menceritakan, LB sempat menangis. Dia meminta Sobirin agar mengantarnya pulang. Namun, permintaan itu tidak digubris oleh gurunya. Sobirin tetap mengajak LB ke Poncokusumo.

Sobirin kemudian mengajak LB ke sungai yang ada di kawasan Poncokusumo. Tak lama kemudian, mereka kembali ke rumah kerabat Sobirin yang sebelumnya dijadikan tempat singgah.

Di sana, LB terus saja menangis. Bahkan, dia menolak makanan dan minuman yang diberikan tuan rumah. Demikian pula ketika korban diberi uang untuk jajan, penghobi musik itu tetap menangis dan meminta pulang.

Tidak mengindahkan permintaan siswa kelas IV itu, ia justru mengajak korban ke tengah hutan yang berada di Poncokusumo, Malang. Setelahnya, guru MI mengajak korban berjalan menyusuri hutan.

Di tengah hutan, Sobirin mendirikan tenda untuk istirahat. Dia berjanji, jika LB menurut padanya, akan dipulangkan Senin. "Korban bahkan ditampar mulutnya oleh pelaku karena terus merengek pulang," ungkap sumber internal kepolisian tersebut.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan LB, saat berada di Lembah Pani dia hanya mengenakan seragam putih merah. Seragam itu pula yang dikenakannya saat Sobirin menjemput di kelas, Rabu, 19 September 2018.

Di lembah yang jauh dari jangkauan manusia tersebut, LB dan Sobirin hanya mengonsumsi mi instan yang dibawa oleh tersangka selama tiga hari dua malam.

Baca berita menarik JawaPos.com lainnya di sini.

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Drama Penculikan Siswa oleh Guru MI di Malang"

Post a Comment

Powered by Blogger.