Search

Malang Night Culture and Art Bakal Dijadikan Pagelaran Rutin ...

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Malam minggu di Jl Besar Ijen, Kota Malang, pada Sabtu (17/11/2018) terlihat sangat meriah. Dentuman musik tradisional dan semi modern menyemarakkan gemebyar Malang Night Culture and Art. Acara yang baru pertama kali diadakan di Kota Malang.

Ribuan seniman menyuguhkan penampilan cantik dan mempesona. Acara itu semakin meriah ketika malam semakin larut. Penonton perlahan mulai mendekat ke panggung untuk bisa melihat lebih dekat.

Wali Kota Malang, Sutiaji yang didampingi Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dan Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto hadir ke area festival dengan mengendarai becak dan membonceng masing-masing isteri. Acara malan itu dibuka oleh nyanyian campur Panen Rejeki.

Usai penampilan Panen Rejeki yang membawakan beberapa lagu, para penari satu per satu menyuguhkan kepiawaiannya di atas panggung. Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mewakili Wali Kota Malang, Sutiaji membuka acara secara resmi.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Bung Edi itu memberi apresiasi luar biasa kepada para seniman yang sudah bersiap memberi suguhan menarik. Dia berharap, ke depan acara serupa dapat berjalan dan menarik lebih banyak wisatawan.

"Kami selalu tidak sabar untuk menyaksikan setiap suguhan yang ditampilkan oleh para seniman di Kota Malang," katanya saat memberi sambutan, Sabtu (17/11/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Malang, Ida Ayu Mad Wahyuni menambahkan, sederet tarian yang disuguhkan itu di antaranya adalah tari topeng, tari beskalan, sendratari, dolanan, tari payung, carnival show, fashion batik carnival, mbah edrek, jaranan, barongan, bantengan, reyog, barongsai dan leang leong, seni islmai, dan tampilan kolaborasi lain yang menarik. Masing-masing tarian ditampilkan oleh sekitar 50 penampil.

"Walaupun sebelumnya sempat diguyur hujan, namun acara tetap berlangsung. Keragaman budaya tumbuh dikalangan remaja dan mahasiswa di seantero Indonesia. Melalui kesenian lokal ini, maka sepanjang simpang balapan menjadi indah melalui budayanya," kata Ida.

Tak hanya itu, acara juga dimeriahkan stand aktivitas seperti membuat topeng, wayang, payung kertas, keramik, belajar membatik, stand kuliner khas malang dan kerajinan asli Malang. Event tersebut juga merupakan hasil kolaborasi dan kerjasama antara Disbudpar Kota Malang dengan Universitas Negeri Malang (UM) dan komunitas seni tari Kota Malang.

Sukses besar Malang Night Culture and Art ini pun ditargetkan masuk Event Wonderful Indonesia. Karena selain direncanakan untuk digelar setiap satu tahun sekali, event yang melibatkan ribuan seniman itu sudah mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

"Karena salah satu syarat untuk masuk menjadi agenda Wonderful Indonesia adalah rutin digelar setiap tahun dan waktunya jelas," urai Dayu.

Lebih jauh perempuan berambut panjang itu menyampaikan, saat ini baru Malang Flower Carnival saja event yang masuk dalam agenda Wonderful Indonesia. Sehingga diharapkan jumlah event yang masuk ke agenda berskala internasional itu bertambah. Karena Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan dapat turut mempromosikan.

Bukan hanya untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan, event yang akan melibatkan ribuan seniman di Kota Malang itu pun ia harap mampu melestarikan seni dan budaya asli Malang. Sehingga, kebudayaan tersebut masih dapat dinikmati hingga puluhan tahun mendatang.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Rofiuddin menambahkan, UM menerjunkan 200 orang yang turut memeriahkan kegiatan Malang Night Culture and Art. Hal itu juga dinilai menjadi kesempatan emas untuk mengenalkan seni dan tradisi yang dikembangkan di lingkungan kampus ke kancah nasional dan internasional.

"Dan kami sangat bangga menjadi bagian dari proses menarik wisatawan untuk datang ke Kota Malang," pungkasnya.

Let's block ads! (Why?)

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Malam minggu di Jl Besar Ijen, Kota Malang, pada Sabtu (17/11/2018) terlihat sangat meriah. Dentuman musik tradisional dan semi modern menyemarakkan gemebyar Malang Night Culture and Art. Acara yang baru pertama kali diadakan di Kota Malang.

Ribuan seniman menyuguhkan penampilan cantik dan mempesona. Acara itu semakin meriah ketika malam semakin larut. Penonton perlahan mulai mendekat ke panggung untuk bisa melihat lebih dekat.

Wali Kota Malang, Sutiaji yang didampingi Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko dan Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto hadir ke area festival dengan mengendarai becak dan membonceng masing-masing isteri. Acara malan itu dibuka oleh nyanyian campur Panen Rejeki.

Usai penampilan Panen Rejeki yang membawakan beberapa lagu, para penari satu per satu menyuguhkan kepiawaiannya di atas panggung. Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mewakili Wali Kota Malang, Sutiaji membuka acara secara resmi.

Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Bung Edi itu memberi apresiasi luar biasa kepada para seniman yang sudah bersiap memberi suguhan menarik. Dia berharap, ke depan acara serupa dapat berjalan dan menarik lebih banyak wisatawan.

"Kami selalu tidak sabar untuk menyaksikan setiap suguhan yang ditampilkan oleh para seniman di Kota Malang," katanya saat memberi sambutan, Sabtu (17/11/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Malang, Ida Ayu Mad Wahyuni menambahkan, sederet tarian yang disuguhkan itu di antaranya adalah tari topeng, tari beskalan, sendratari, dolanan, tari payung, carnival show, fashion batik carnival, mbah edrek, jaranan, barongan, bantengan, reyog, barongsai dan leang leong, seni islmai, dan tampilan kolaborasi lain yang menarik. Masing-masing tarian ditampilkan oleh sekitar 50 penampil.

"Walaupun sebelumnya sempat diguyur hujan, namun acara tetap berlangsung. Keragaman budaya tumbuh dikalangan remaja dan mahasiswa di seantero Indonesia. Melalui kesenian lokal ini, maka sepanjang simpang balapan menjadi indah melalui budayanya," kata Ida.

Tak hanya itu, acara juga dimeriahkan stand aktivitas seperti membuat topeng, wayang, payung kertas, keramik, belajar membatik, stand kuliner khas malang dan kerajinan asli Malang. Event tersebut juga merupakan hasil kolaborasi dan kerjasama antara Disbudpar Kota Malang dengan Universitas Negeri Malang (UM) dan komunitas seni tari Kota Malang.

Sukses besar Malang Night Culture and Art ini pun ditargetkan masuk Event Wonderful Indonesia. Karena selain direncanakan untuk digelar setiap satu tahun sekali, event yang melibatkan ribuan seniman itu sudah mampu menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

"Karena salah satu syarat untuk masuk menjadi agenda Wonderful Indonesia adalah rutin digelar setiap tahun dan waktunya jelas," urai Dayu.

Lebih jauh perempuan berambut panjang itu menyampaikan, saat ini baru Malang Flower Carnival saja event yang masuk dalam agenda Wonderful Indonesia. Sehingga diharapkan jumlah event yang masuk ke agenda berskala internasional itu bertambah. Karena Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan dapat turut mempromosikan.

Bukan hanya untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan, event yang akan melibatkan ribuan seniman di Kota Malang itu pun ia harap mampu melestarikan seni dan budaya asli Malang. Sehingga, kebudayaan tersebut masih dapat dinikmati hingga puluhan tahun mendatang.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Rofiuddin menambahkan, UM menerjunkan 200 orang yang turut memeriahkan kegiatan Malang Night Culture and Art. Hal itu juga dinilai menjadi kesempatan emas untuk mengenalkan seni dan tradisi yang dikembangkan di lingkungan kampus ke kancah nasional dan internasional.

"Dan kami sangat bangga menjadi bagian dari proses menarik wisatawan untuk datang ke Kota Malang," pungkasnya.

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Malang Night Culture and Art Bakal Dijadikan Pagelaran Rutin ..."

Post a Comment

Powered by Blogger.