Search

Main ke Malang & Batu, Cobain Kuliner Ini

detikTravel Community - Wisata ke Malang dan Batu rasanya kurang lengkap tanpa mencicipi kuliner lokalnya. Berikut ini beberapa rekomendasinya.

Malang-Batu adalah gudangnya kuliner, demikian kata teman saya yang asli Malang. Trik mengetahui kuliner yang paling enak adalah berinteraksi dengan warga lokal untuk menemukan permata tersembunyi.

Dari merekalah saya tahu di mana menemukan sate kelinci, kuliner wajib coba di Batu, dan menemukan info bahwa pos ketan susu Legenda kini membuka cabang selain di pusatnya di alun-alun Kota Batu dan kebetulan dekat dengan hotel di daerah sekitar Jl Terusan Sultan Agung, dekat Museum Angkut.

Ada banyak warung penjual sate kelinci di Batu. Saya menikmatinya di warung sate kelinci di Jalan Patimura, Batu. Istimewanya adalah penyajiannya di atas hot pot dengan saus kacang yang terpisah.

Saat dihidangkan, hot pot yang panas mengularkan aroma daging bakar yang wangi. Susah untuk tidak menerbitkan air liur dan kebetulan kami sedang lapar juga. Selain sate, kami memesan iga bakar, lalapan dan tumis sayuran. Iga bakarnya tidak kalah lezat. Bumbunya meresap dan iganya pun empuk, menikmatinya tidak repot karena daging mudah dilepaskan dari tulangnya.

Lanjut ke Malang, Toko Oen menjadi salah satu rekomen masuk dalam daftar kuliner jadul Malang. Bertandang ke Toko Oen ibarat mendapat paket lengkap, menikmati es krim yang konon bahan baku dan proses pembuatannya tetap dipertahankan sejak pertama kali dibuka tahun 1922 dan atmosfer resto kolonial yang vintage.

Kami memesan Tutti Frutti, Oen's Special, dan Banana Split sesuai rekomen pelayan. Rasanya berbeda dengan es krim saat ini, teksturnya sedikit kasar, rasa manisnya tidak berlebihan. Kami bertiga puas menikmati ice cream di Toko Oen walaupun sore itu Malang baru saja diguyur hujan.

Malam sebelum kepulangan ke Jakarta. Rasanya malas untuk keluar hotel dan berputar-putar jalan demi menu tertentu yang direkomendasikan. Iseng kami mampir di sebuah tempat makan rumahan. seGo baKAR Dapur Bunda namanya. Beralamat di Jalan Bhakti 89 Balearjosari Blimbing Malang.

Menemukannya tidak sengaja, saat menghindari Jalan Raya Malang-Gempol yang macet saat malam minggu. Menu yang disajikan adalah nasi bakar dengan tambahan lauk ayam, kerang, tongkol, cumi, jamur. Harganya sangat terjangkau antara 12.000-16.000 rupiah, membuat kami tidak berekspektasi lebih.

Asalkan mampu mengisi perut yang lapar, sudah cukup. Kami agak tercengang begitu pesanan datang. Nasi bakar yang terbungkus daun pisang, ukurannya 3-4 kali lebih besar dari nasi bakar yang biasa saya beli untuk sarapan di stasiun kereta. Dan rasanya enak!

Saking besarnya kami hanya sanggup menghabiskan dua dari tiga bungkus yang ada. Satu bungkus kami simpan dan tidak sengaja terbawa sampai ke Jakarta. Bolehlah nasi bakar ini kami rekorkan sebagai nasi bakar dengan pembelian terjauh yang telah menempuh jarak Malang-Depok selama 5 jam.

Let's block ads! (Why?)

detikTravel Community - Wisata ke Malang dan Batu rasanya kurang lengkap tanpa mencicipi kuliner lokalnya. Berikut ini beberapa rekomendasinya.

Malang-Batu adalah gudangnya kuliner, demikian kata teman saya yang asli Malang. Trik mengetahui kuliner yang paling enak adalah berinteraksi dengan warga lokal untuk menemukan permata tersembunyi.

Dari merekalah saya tahu di mana menemukan sate kelinci, kuliner wajib coba di Batu, dan menemukan info bahwa pos ketan susu Legenda kini membuka cabang selain di pusatnya di alun-alun Kota Batu dan kebetulan dekat dengan hotel di daerah sekitar Jl Terusan Sultan Agung, dekat Museum Angkut.

Ada banyak warung penjual sate kelinci di Batu. Saya menikmatinya di warung sate kelinci di Jalan Patimura, Batu. Istimewanya adalah penyajiannya di atas hot pot dengan saus kacang yang terpisah.

Saat dihidangkan, hot pot yang panas mengularkan aroma daging bakar yang wangi. Susah untuk tidak menerbitkan air liur dan kebetulan kami sedang lapar juga. Selain sate, kami memesan iga bakar, lalapan dan tumis sayuran. Iga bakarnya tidak kalah lezat. Bumbunya meresap dan iganya pun empuk, menikmatinya tidak repot karena daging mudah dilepaskan dari tulangnya.

Lanjut ke Malang, Toko Oen menjadi salah satu rekomen masuk dalam daftar kuliner jadul Malang. Bertandang ke Toko Oen ibarat mendapat paket lengkap, menikmati es krim yang konon bahan baku dan proses pembuatannya tetap dipertahankan sejak pertama kali dibuka tahun 1922 dan atmosfer resto kolonial yang vintage.

Kami memesan Tutti Frutti, Oen's Special, dan Banana Split sesuai rekomen pelayan. Rasanya berbeda dengan es krim saat ini, teksturnya sedikit kasar, rasa manisnya tidak berlebihan. Kami bertiga puas menikmati ice cream di Toko Oen walaupun sore itu Malang baru saja diguyur hujan.

Malam sebelum kepulangan ke Jakarta. Rasanya malas untuk keluar hotel dan berputar-putar jalan demi menu tertentu yang direkomendasikan. Iseng kami mampir di sebuah tempat makan rumahan. seGo baKAR Dapur Bunda namanya. Beralamat di Jalan Bhakti 89 Balearjosari Blimbing Malang.

Menemukannya tidak sengaja, saat menghindari Jalan Raya Malang-Gempol yang macet saat malam minggu. Menu yang disajikan adalah nasi bakar dengan tambahan lauk ayam, kerang, tongkol, cumi, jamur. Harganya sangat terjangkau antara 12.000-16.000 rupiah, membuat kami tidak berekspektasi lebih.

Asalkan mampu mengisi perut yang lapar, sudah cukup. Kami agak tercengang begitu pesanan datang. Nasi bakar yang terbungkus daun pisang, ukurannya 3-4 kali lebih besar dari nasi bakar yang biasa saya beli untuk sarapan di stasiun kereta. Dan rasanya enak!

Saking besarnya kami hanya sanggup menghabiskan dua dari tiga bungkus yang ada. Satu bungkus kami simpan dan tidak sengaja terbawa sampai ke Jakarta. Bolehlah nasi bakar ini kami rekorkan sebagai nasi bakar dengan pembelian terjauh yang telah menempuh jarak Malang-Depok selama 5 jam.

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Main ke Malang & Batu, Cobain Kuliner Ini"

Post a Comment

Powered by Blogger.