Search

Peternak Ayam di Malang Dapat pasokan Jagung 100 Ton

Jakarta - Peternak ayam mandiri di Wilayah Malang, Jawa Timur merasa senang dan berterima kasih atas bantuan 100 ton jagung pakan dari Kementerian Pertanian.

"Sangat senang sekali. Melihat jagung datang saja peternak pada datang semua. Berebut malah. Memang yang ditunggu-tunggu, yang diharapkan ya ini", ujar Kholik, Ketua Peternak Paguyuban Desa Kambingan Tumpang Malang Timur, dalam keterang yang diterima, Senin (12/11/2018).

Ia memperkirakan, 250-300 peternak yang berada di bawah binaannya membutuhkan hingga 35 ton jagung per hari.

"Volume produksi seluruh Malang kisaran 4 juta-an, yang di bawah saya kisaran 1 juta-an. Kebutuhan jagung kisaran 25 ton-35ton per hari", ujar Kholik.
Bantuan 100 ton jagung, menurut Kholik bisa dimanfaatkan para petani hingga beberapa hari ke depan.

"Jumlah bantuan yang kita terima kisaran 98-100ton. Bisa digunakan 5 hingga 6 hari",tambahnya.

Informasi yang Kholik terima, setelah ini Kementan menjanjikan akan kembali mendatangkan bantuan jagung. Ia menjamin jagung-jagung itu akan diberikan langsung ke peternak dengan mengganti biaya packing saja, pihak Paguyuban tidak mengambil untung.

Beberapa hari terakhir ini peternak terbebani harga jagung yang melambung ke Rp 5.300 hingga Rp 5.400 per kg, dari sebelumnya Rp 4.900-Rp5.000 per kg.

Selain jagung, ke depan para peternak mandiri berharap Kementan juga memberi perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana peternakan (sapronak) lainnya seperti Day Old Chicken (DOC) atau ayam bibit.

Tunjukkan Pemerintah Hadir di Tengah Petani

Bantuan 100 ton jagung pakan yang meliputi 50 orang peternak wilayah Malang, Jawa Timur, tiba pada Jumat subuh.

"Yang tiba hari ini (Jumat, 9/11/2018) adalah 500 ton pertama. Rencana nanti akan ada 12 ribu ton dalam waktu dekat ini. Pada tahap pertama bantuan jagung ini ada 1500 ton untuk peternak Jawa barat, Jawa timur dan Jawa tengah", Direktur Pembibitan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Sugiono.

Sugiono menambahkan, bantuan ini membuktikan bentuk kepedulian Pemerintah melalui Kementan khususnya Pak Menteri (Amran) kepada peternak mandiri.

"Jagung itu ada tapi harganya tidak terjangkau, karena sudah di ijon oleh Feedmil besar. Peternak kecil nggak kebagian, karena kemampuan daya beli mereka kecil. Yaitu peternak dengan kapasitas 1.000-15 ribu ekor ayam di satu peternak", jelas Sugiono.


Tim Kementan bergerak ke sejumlah titik antara lain di Blitar, Malang, Kendal, Solo, Bogor, Sukabumi, dan Cianjur untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar langsung ke para peternak rakyat, baik ayam petelur atau layer maupun ayam pedaging atau broiler. Bantuan akan disalurkan bertahap sebagai langkah awal dalam menstabilkan harga jagung untuk pakan ternak.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan bahwa penyaluran jagung untuk pakan ternak ini untuk memotong jalur distribusi yang selama ini mengakibatkan kelangkaan pakan ternak.

"Ini bukti bahwa ketersediaan pakan jagung cukup untuk memenuhi kebutuhan para peternak lokal," ungkap Amran.

Dalam empat tahun terakhir melalui program terobosan yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementan mampu meningkatkan produksi jagung secara signifikan. Hal ini terlihat dalam kurun waktu 2014-2017 produksi jagung terus meningkat. Pada tahun 2014, produksi jagung di Indonesia sebesar 19,0 juta ton, dan tahun 2015 meningkat menjadi 19,6 juta ton. Pada tahun 2016 produksi jagung kembali meningkat menjadi 23,6 juta ton, demikian juga tahun 2017 mencapai 28,9 juta ton.

"Dengan kerja keras dan upaya khusus yang terus dilakukan Kementan pada tahun 2018 ini diperkirakan potensi produksi jagung lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, yaitu sebesar 30 juta ton," jelas Amran. (dna/dna)

Let's block ads! (Why?)

Jakarta - Peternak ayam mandiri di Wilayah Malang, Jawa Timur merasa senang dan berterima kasih atas bantuan 100 ton jagung pakan dari Kementerian Pertanian.

"Sangat senang sekali. Melihat jagung datang saja peternak pada datang semua. Berebut malah. Memang yang ditunggu-tunggu, yang diharapkan ya ini", ujar Kholik, Ketua Peternak Paguyuban Desa Kambingan Tumpang Malang Timur, dalam keterang yang diterima, Senin (12/11/2018).

Ia memperkirakan, 250-300 peternak yang berada di bawah binaannya membutuhkan hingga 35 ton jagung per hari.

"Volume produksi seluruh Malang kisaran 4 juta-an, yang di bawah saya kisaran 1 juta-an. Kebutuhan jagung kisaran 25 ton-35ton per hari", ujar Kholik.
Bantuan 100 ton jagung, menurut Kholik bisa dimanfaatkan para petani hingga beberapa hari ke depan.

"Jumlah bantuan yang kita terima kisaran 98-100ton. Bisa digunakan 5 hingga 6 hari",tambahnya.

Informasi yang Kholik terima, setelah ini Kementan menjanjikan akan kembali mendatangkan bantuan jagung. Ia menjamin jagung-jagung itu akan diberikan langsung ke peternak dengan mengganti biaya packing saja, pihak Paguyuban tidak mengambil untung.

Beberapa hari terakhir ini peternak terbebani harga jagung yang melambung ke Rp 5.300 hingga Rp 5.400 per kg, dari sebelumnya Rp 4.900-Rp5.000 per kg.

Selain jagung, ke depan para peternak mandiri berharap Kementan juga memberi perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana peternakan (sapronak) lainnya seperti Day Old Chicken (DOC) atau ayam bibit.

Tunjukkan Pemerintah Hadir di Tengah Petani

Bantuan 100 ton jagung pakan yang meliputi 50 orang peternak wilayah Malang, Jawa Timur, tiba pada Jumat subuh.

"Yang tiba hari ini (Jumat, 9/11/2018) adalah 500 ton pertama. Rencana nanti akan ada 12 ribu ton dalam waktu dekat ini. Pada tahap pertama bantuan jagung ini ada 1500 ton untuk peternak Jawa barat, Jawa timur dan Jawa tengah", Direktur Pembibitan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Sugiono.

Sugiono menambahkan, bantuan ini membuktikan bentuk kepedulian Pemerintah melalui Kementan khususnya Pak Menteri (Amran) kepada peternak mandiri.

"Jagung itu ada tapi harganya tidak terjangkau, karena sudah di ijon oleh Feedmil besar. Peternak kecil nggak kebagian, karena kemampuan daya beli mereka kecil. Yaitu peternak dengan kapasitas 1.000-15 ribu ekor ayam di satu peternak", jelas Sugiono.


Tim Kementan bergerak ke sejumlah titik antara lain di Blitar, Malang, Kendal, Solo, Bogor, Sukabumi, dan Cianjur untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar langsung ke para peternak rakyat, baik ayam petelur atau layer maupun ayam pedaging atau broiler. Bantuan akan disalurkan bertahap sebagai langkah awal dalam menstabilkan harga jagung untuk pakan ternak.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan bahwa penyaluran jagung untuk pakan ternak ini untuk memotong jalur distribusi yang selama ini mengakibatkan kelangkaan pakan ternak.

"Ini bukti bahwa ketersediaan pakan jagung cukup untuk memenuhi kebutuhan para peternak lokal," ungkap Amran.

Dalam empat tahun terakhir melalui program terobosan yang dilakukan oleh pemerintah melalui Kementan mampu meningkatkan produksi jagung secara signifikan. Hal ini terlihat dalam kurun waktu 2014-2017 produksi jagung terus meningkat. Pada tahun 2014, produksi jagung di Indonesia sebesar 19,0 juta ton, dan tahun 2015 meningkat menjadi 19,6 juta ton. Pada tahun 2016 produksi jagung kembali meningkat menjadi 23,6 juta ton, demikian juga tahun 2017 mencapai 28,9 juta ton.

"Dengan kerja keras dan upaya khusus yang terus dilakukan Kementan pada tahun 2018 ini diperkirakan potensi produksi jagung lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, yaitu sebesar 30 juta ton," jelas Amran. (dna/dna)

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Peternak Ayam di Malang Dapat pasokan Jagung 100 Ton"

Post a Comment

Powered by Blogger.