Search

Plt Bupati Malang Sebut Potensi di Jabung Butuh Polesan Teknologi

SURYAMALANG.COM, JABUNG - Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi menggelar kunjungan kerja ke tiga desa yakni, Desa Slamparejo, Desa Kemantren, Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Selasa (30/10/2018).

Ia memantau program prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Malang.

Program tersebut meliputi menurunkan angka kemiskinan, mengoptimalkan potensi sektor pariwisata dan memperkuat daya dukung lingkungan hidup.

Sejatinya, potensi luar biasa mulai dari di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan membuat Kecamatan Jabung di Kabupaten Malang menjadi salah wilayah yang diandalkan untuk menggerakan perekonomian oleh Pemkab Malang.

Berdasarkan data saat ini, di Kecamatan Jabung terdapat 59 kelompok tani, 13 kelompok peternak dan 6 kelompok budidaya ikan. Semua itu tersebar di 15 desa yang berada di Kecamatan Jabung.

Sanusi menyampaikan, segala potensi yang dimiliki Jabung, baik itu pertanian, peternakan dan perikanan, masih membutuhkan sentuhan teknologi. Mengingat saat ini teknologi menjadi kebutuhan untuk perkembangan suatu potensi daerah.

Sanusi mencontohkan, ternak sapi perah di Jabung rata-rata per ekor baru menghasilkan 10 liter per hari. Padahal idealnya harus sudah sampai 20-25 liter per hari.

"Sejauh ini masih belum ada ke angka ideal. Bahkan di peternakan sapi perah milik perusahaan susu yang berdomisili di Kabupaten Malang bisa menghasilkan 32 liter per hari. Perlu teknologi agar produktifitas itu meningkat," ujar sosok yang menggantikan Rendra Kresna itu, Selasa (30/10/2018).

Tidak jauh berbeda, di sektor peternak sapi potong hasilnya dinilai juga masih standar. Melihat hal itu, Pemkab Malang, menurut Sanusi, kedepan akan turut mengelola potensi-potensi tersebut agar nilai ekonominya bisa bertambah. Tidak terkecuali, sektor pertanian juga akan dikembangkan dan dicarikan solusi terbaik.

Sementara itu, Sutrisno, salah satu peternak desa setempat, curhat kepada Sanusi bahwasanya ia membutuhkan bantuan dari Pemkab Malang.

"Pak Sanusi, kami petani dan peternak selama ini terus berusaha bagaimana bisa meningkatkan produktifitas. Begitu juga dengan kami para peternak sapi potong maupun sapi perah. Kami berharap bantuan dari Pemkab Malang agar turut mendukung terkait antisipasi kesehatan ternak. Selain itu, jika di pertanian ada subsidi pupuk, kami belum ada subsidi pakan ternak. Kami tentu sangat ingin meningkatkan upaya manajemen pakan, perawatan dan bibit karena selama ini kami masih menggunakan tradisional," kata Sutrisno, salah satu peternak saat berdialog dengan Sanusi.

Sanusi merespon bahwa, kegiatan kunjungan ke Jabung kali ini adalah meneruskan program Bupati Malang dalam upaya peningkatan ekonomi kerakyatan dan akan ada solusi.

''Tentunya, pemkab melalui dinas-dinas terkait akan bantu carikan solusi dan kalau perlu memberikan bantuan agar produktifitas itu meningkat," pungkas Sanusi. 

Let's block ads! (Why?)

SURYAMALANG.COM, JABUNG - Plt Bupati Malang, Muhammad Sanusi menggelar kunjungan kerja ke tiga desa yakni, Desa Slamparejo, Desa Kemantren, Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Selasa (30/10/2018).

Ia memantau program prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Malang.

Program tersebut meliputi menurunkan angka kemiskinan, mengoptimalkan potensi sektor pariwisata dan memperkuat daya dukung lingkungan hidup.

Sejatinya, potensi luar biasa mulai dari di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan membuat Kecamatan Jabung di Kabupaten Malang menjadi salah wilayah yang diandalkan untuk menggerakan perekonomian oleh Pemkab Malang.

Berdasarkan data saat ini, di Kecamatan Jabung terdapat 59 kelompok tani, 13 kelompok peternak dan 6 kelompok budidaya ikan. Semua itu tersebar di 15 desa yang berada di Kecamatan Jabung.

Sanusi menyampaikan, segala potensi yang dimiliki Jabung, baik itu pertanian, peternakan dan perikanan, masih membutuhkan sentuhan teknologi. Mengingat saat ini teknologi menjadi kebutuhan untuk perkembangan suatu potensi daerah.

Sanusi mencontohkan, ternak sapi perah di Jabung rata-rata per ekor baru menghasilkan 10 liter per hari. Padahal idealnya harus sudah sampai 20-25 liter per hari.

"Sejauh ini masih belum ada ke angka ideal. Bahkan di peternakan sapi perah milik perusahaan susu yang berdomisili di Kabupaten Malang bisa menghasilkan 32 liter per hari. Perlu teknologi agar produktifitas itu meningkat," ujar sosok yang menggantikan Rendra Kresna itu, Selasa (30/10/2018).

Tidak jauh berbeda, di sektor peternak sapi potong hasilnya dinilai juga masih standar. Melihat hal itu, Pemkab Malang, menurut Sanusi, kedepan akan turut mengelola potensi-potensi tersebut agar nilai ekonominya bisa bertambah. Tidak terkecuali, sektor pertanian juga akan dikembangkan dan dicarikan solusi terbaik.

Sementara itu, Sutrisno, salah satu peternak desa setempat, curhat kepada Sanusi bahwasanya ia membutuhkan bantuan dari Pemkab Malang.

"Pak Sanusi, kami petani dan peternak selama ini terus berusaha bagaimana bisa meningkatkan produktifitas. Begitu juga dengan kami para peternak sapi potong maupun sapi perah. Kami berharap bantuan dari Pemkab Malang agar turut mendukung terkait antisipasi kesehatan ternak. Selain itu, jika di pertanian ada subsidi pupuk, kami belum ada subsidi pakan ternak. Kami tentu sangat ingin meningkatkan upaya manajemen pakan, perawatan dan bibit karena selama ini kami masih menggunakan tradisional," kata Sutrisno, salah satu peternak saat berdialog dengan Sanusi.

Sanusi merespon bahwa, kegiatan kunjungan ke Jabung kali ini adalah meneruskan program Bupati Malang dalam upaya peningkatan ekonomi kerakyatan dan akan ada solusi.

''Tentunya, pemkab melalui dinas-dinas terkait akan bantu carikan solusi dan kalau perlu memberikan bantuan agar produktifitas itu meningkat," pungkas Sanusi. 

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Plt Bupati Malang Sebut Potensi di Jabung Butuh Polesan Teknologi"

Post a Comment

Powered by Blogger.