Search

Benih Cabai Bawa Virus, Ini Keinginan Petani di Malang

Malang - Ratusan hektar lahan cabai rawit di wilayah Ngantang, Kabupaten Malang, rusak terserang virus gemini. Petani meminta varetas benih bantuan dari Pemkab Malang diganti, karena rentan membawa virus tersebut.

Paket bantuan berupa benih cabai beserta peralatan tanam digelontorkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, beberapa tahun terakhir. Bantuan yang sama akan didistribusikan tahun ini, kepada 27 kelompok tani.

Ngantang merupakan wilayah prioritas, karena menjadi sentra produksi cabai rawit dengan luas lahan mencapai 600 hektar. Seperti tahun 2017 lalu, lima kelompok tani bakal menerima bantuan yang sama tahun ini, tersebar di tiga desa yakni Ngantru, Sidodadi, dan Pandansari.

Salah satu petani cabai rawit di wilayah Ngantru, Ngantang, Yugiantoro menyatakan setidaknya 500 hektar lahan cabai terserang virus gemini. Akibatnya, jumlah menurun dratis sampai 40 persen.


"Hanya 100 hektare saja, aman tidak terserang gemini. Virus ini menyebabkan tanaman tidak berbuah, hingga produksi menurun dratis," terang Yugiantoro, Rabu (25/7/2018).

Dia menambahkan lahan cabai terserang virus dibawa kutu bulu menggunakan benih lokal atau Mhanu biasa. Dari 500 lahan yang terserang, mayoritas adalah benih yang didapatkan dari bantuan pemerintah.

"Kualitasnya jauh dengan lahan yang tak diserang virus. Petani ada yang menggunakan bibit sendiri, tetapi yang terbanyak pakai benih dari bantuan dinas. Jenisnya Mhanu biasa," bebernya.

Yugiantoro tergabung dalam Kelompok Tani Gemah Ripah 01, yang setiap tahun menerima bantuan benih dan peralatan tanam, berharap jenis benih bantuan yang diberikan tahun ini diganti.


"Jangan sampai kena virus lagi, harus yang kebal dan terbaik agar hasil produksi maksimal," tegasnya.

Dia bersama petani juga meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, serius menangani serangan virus gemini. Jika penyebab terkuatnya adalah benih, seperti diketahui para petani.

"Maka benih bantuan tahun ini, jangan asal-asalan. Kami juga menyampaikan kepada pemenang lelang, agar memberikan kualitas benih unggul," tandasnya.

Benih Mhanu F1 Prayit, kata dia, adalah benih memiliki kualitas terbaik. Dirinya yakin, jika benih jenis ini diberikan akan mampu bertahan dari serangan virus.


"Gemini jelas merugikan, karena jumlah produksi tak maksimal. Dalam satu hektar menyusut sampai 40 persen. Selain itu, juga dibutuhkan pendampingan serius selama masa tanam hingga panen, jadi tidak dibiarkan begitu saja," ujar petani champion (andalan) ini.

Tahun ini, Pemkab Malang kembali mendapat alokasi bantuan tanam cabai rawit seluas 150 hektar. Rencananya, ada 27 kelompok tani yang memperoleh bantuan tersebut. Namun hingga kini, belum dibeberkan secara detil kelompok tani mana saja penerima bantuan dari Kementerian Pertanian ini.

Pengadaan fasilitas bantuan sarana produksi cabai rawit dimenangkan oleh PT Aeron Anugerah Jaya yang beralamat di Pakis, Kabupaten Malang, dengan nilai tawar Rp 3,2 miliar. Sedangkan untuk pengadaan fasilitas bantuan sarana produksi cabai besar senilai Rp 1,1 miliar dimenangkan Berkah Bumi Lestari beralamat di Jalan Sidomakmur 79, Kabupaten Malang.
(fat/fat)

Let's block ads! (Why?)

Malang - Ratusan hektar lahan cabai rawit di wilayah Ngantang, Kabupaten Malang, rusak terserang virus gemini. Petani meminta varetas benih bantuan dari Pemkab Malang diganti, karena rentan membawa virus tersebut.

Paket bantuan berupa benih cabai beserta peralatan tanam digelontorkan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang, beberapa tahun terakhir. Bantuan yang sama akan didistribusikan tahun ini, kepada 27 kelompok tani.

Ngantang merupakan wilayah prioritas, karena menjadi sentra produksi cabai rawit dengan luas lahan mencapai 600 hektar. Seperti tahun 2017 lalu, lima kelompok tani bakal menerima bantuan yang sama tahun ini, tersebar di tiga desa yakni Ngantru, Sidodadi, dan Pandansari.

Salah satu petani cabai rawit di wilayah Ngantru, Ngantang, Yugiantoro menyatakan setidaknya 500 hektar lahan cabai terserang virus gemini. Akibatnya, jumlah menurun dratis sampai 40 persen.


"Hanya 100 hektare saja, aman tidak terserang gemini. Virus ini menyebabkan tanaman tidak berbuah, hingga produksi menurun dratis," terang Yugiantoro, Rabu (25/7/2018).

Dia menambahkan lahan cabai terserang virus dibawa kutu bulu menggunakan benih lokal atau Mhanu biasa. Dari 500 lahan yang terserang, mayoritas adalah benih yang didapatkan dari bantuan pemerintah.

"Kualitasnya jauh dengan lahan yang tak diserang virus. Petani ada yang menggunakan bibit sendiri, tetapi yang terbanyak pakai benih dari bantuan dinas. Jenisnya Mhanu biasa," bebernya.

Yugiantoro tergabung dalam Kelompok Tani Gemah Ripah 01, yang setiap tahun menerima bantuan benih dan peralatan tanam, berharap jenis benih bantuan yang diberikan tahun ini diganti.


"Jangan sampai kena virus lagi, harus yang kebal dan terbaik agar hasil produksi maksimal," tegasnya.

Dia bersama petani juga meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Malang, serius menangani serangan virus gemini. Jika penyebab terkuatnya adalah benih, seperti diketahui para petani.

"Maka benih bantuan tahun ini, jangan asal-asalan. Kami juga menyampaikan kepada pemenang lelang, agar memberikan kualitas benih unggul," tandasnya.

Benih Mhanu F1 Prayit, kata dia, adalah benih memiliki kualitas terbaik. Dirinya yakin, jika benih jenis ini diberikan akan mampu bertahan dari serangan virus.


"Gemini jelas merugikan, karena jumlah produksi tak maksimal. Dalam satu hektar menyusut sampai 40 persen. Selain itu, juga dibutuhkan pendampingan serius selama masa tanam hingga panen, jadi tidak dibiarkan begitu saja," ujar petani champion (andalan) ini.

Tahun ini, Pemkab Malang kembali mendapat alokasi bantuan tanam cabai rawit seluas 150 hektar. Rencananya, ada 27 kelompok tani yang memperoleh bantuan tersebut. Namun hingga kini, belum dibeberkan secara detil kelompok tani mana saja penerima bantuan dari Kementerian Pertanian ini.

Pengadaan fasilitas bantuan sarana produksi cabai rawit dimenangkan oleh PT Aeron Anugerah Jaya yang beralamat di Pakis, Kabupaten Malang, dengan nilai tawar Rp 3,2 miliar. Sedangkan untuk pengadaan fasilitas bantuan sarana produksi cabai besar senilai Rp 1,1 miliar dimenangkan Berkah Bumi Lestari beralamat di Jalan Sidomakmur 79, Kabupaten Malang.
(fat/fat)

Let's block ads! (Why?)



Bagikan Berita Ini

0 Response to "Benih Cabai Bawa Virus, Ini Keinginan Petani di Malang"

Post a Comment

Powered by Blogger.